Minggu, 14 Juni 2026, pukul : 01:35 WIB
Surabaya
--°C

Ironi di Balik Layar Voli Indonesia: PBVSI Adopsi Toiran Jadi Penyelamat Saat Birokrasi Menghambat Veloso

JAKARTA-KEMPALAN:
Persiapan Tim Nasional Voli Putra Indonesia menuju AVC Men’s Cup 2026 di Ahmedabad, India, mendadak dihantam badai non-teknis. Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) terpaksa mengambil langkah darurat dengan mengadopsi Toiran Gonzales Reidel sebagai pelatih sementara (caretaker). Keputusan ini diambil guna menggantikan posisi pelatih kepala Sergio Veloso yang tertahan masalah administrasi [keberangkatan ke India pada 20-28 Juni mendatang].
Kasus ini memicu pertanyaan besar mengenai manajemen risiko di internal federasi. Kegagalan Veloso berangkat tepat waktu bukan karena kendala strategi atau kesehatan, melainkan akibat belum rampungnya proses visa kerja sang pelatih asal Brasil tersebut.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBVSI, Loudry Maspaitella, mengonfirmasi bahwa tenggat waktu penyerahan dokumen ke Kedutaan Besar India telah berakhir pada awal pekan ini. Sementara, dokumen penting milik Veloso masih terjebak dalam proses penyelesaian.
“Visa kerjanya belum jadi, sementara hari Senin kemarin deadline dari Kedutaan India agar semua dokumen sudah diterima,” ujar Loudry secara tertulis di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Di satu sisi, penunjukan Toiran Gonzales adalah sebuah langkah taktis yang sangat logis. Pelatih asal Kuba ini memiliki reputasi mentereng di tanah air. Ia sukses membawa Surabaya Samator berjaya, mempertahankan dominasi Jakarta Bhayangkara Presisi di Proliga 2024 dan 2026, serta puncaknya mengantar klub tersebut merajai Asia dalam turnamen di Pontianak bulan lalu. Kapabilitas Toiran di lapangan sama sekali tidak perlu diragukan.
Namun, di sisi lain, insiden ini menguak sebuah celah profesionalisme yang semestinya tidak terjadi di level tim nasional. Bagaimana mungkin sebuah agenda regional sebesar AVC Cup yang jadwalnya sudah meluncur sejak jauh hari, harus terganggu oleh kelalaian tenggat waktu visa?
Kondisi ini seolah memperlihatkan adanya manajemen yang kurang visioner dan cenderung mengabaikan aspek detail. Memperkenalkan Veloso sejak awal Mei seharusnya memberi waktu lebih dari cukup untuk menuntaskan urusan legalitas migrasi. Kejadian ini menjadi kritik tajam bagi tata kelola administrasi PBVSI, agar prestasi gemilang para atlet di lapangan tidak terus-menerus dibayangi oleh kecerobohan administratif di balik meja.
Kini, di bawah arahan Toiran, skuad Garuda sedang menjalani pemusatan latihan terakhir di Padepokan Voli Jenderal Kunarto, Sentul, Bogor. Publik kini hanya bisa berharap, transisi kepelatihan yang mendadak ini tidak merusak fokus mental bertanding para pemain yang memikul target besar di India.
(Ambari Taufiq/M Fasichullisan ).

BACA JUGA  Pemkot Surabaya Komitmen Bayar Gaji Ke-13 Sesuai PP Nomor 9 Tahun 2026
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.