Minggu, 14 Juni 2026, pukul : 01:34 WIB
Surabaya
--°C

KTT G7 Akan Bahas Krisis Geopolitik di Tengah Meningkatnya Perpecahan

KEMPALAN: Para pemimpin negara anggota Kelompok Tujuh (Group of Seven/G7) akan bertemu di Kota Evian, Prancis, pada 15 hingga 17 Juni, untuk membahas krisis geopolitik yang kian meningkat dan ketidakseimbangan ekonomi global di tengah perbedaan yang semakin besar di dalam kelompok tersebut.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tersebut digelar di saat konflik masih berlanjut di Ukraina dan Timur Tengah, yang menambah ketidakpastian ekonomi global. Di sisi lain, perpecahan antara Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya di Eropa juga menjadi sorotan menjelang pertemuan itu.

KTT tersebut akan mempertemukan para pemimpin dari Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan AS, serta Uni Eropa (UE), untuk membahas respons terhadap apa yang digambarkan Prancis sebagai lingkungan internasional yang semakin tidak stabil, yang ditandai oleh “meningkatnya konflik, meluasnya ketidakseimbangan ekonomi, dan melemahnya tata kelola global.”

Kementerian Luar Negeri Prancis pada Jumat (12/6) menguraikan sejumlah bidang prioritas untuk KTT tersebut, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang seimbang dan berkelanjutan, memperkuat kerja sama internasional, serta meningkatkan rantai pasokan mineral krusial. KTT tersebut juga akan mencakup pertukaran pandangan mengenai berbagai krisis geopolitik.

Terkait isu-isu ekonomi, pembahasan akan mencakup berbagai ketidakseimbangan makroekonomi, seperti tingginya tingkat utang dan rendahnya investasi, menurut Kementerian Luar Negeri Prancis.

Prancis telah menetapkan pengurangan ketidakseimbangan ekonomi global sebagai prioritas dalam kepemimpinannya di G7. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa ketidakseimbangan tersebut telah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak krisis keuangan global 2007-2008 dan berisiko memicu proteksionisme serta ketidakstabilan ekonomi dan geopolitik yang lebih luas.

KTT tersebut juga akan berfokus pada penguatan solidaritas internasional dan peningkatan efektivitas kerja sama pembangunan. Memastikan rantai pasokan mineral krusial yang aman dan beragam juga menjadi salah satu agenda pertemuan.

BACA JUGA  Biaya Operasional Kapal Melonjak, Gapasdap Minta Tarif Penyeberangan Dinaikkan

Isu-isu geopolitik juga akan menjadi fokus utama dalam agenda KTT tersebut. Menurut Kementerian Luar Negeri Prancis, para pemimpin akan bertukar pandangan mengenai krisis Ukraina dan situasi di Timur Tengah, termasuk berbagai isu yang berkaitan dengan Selat Hormuz.

Terkait krisis Ukraina, targetnya adalah untuk “membangun konvergensi” guna terus mendukung Ukraina demi mewujudkan perdamaian yang memberikan “kejelasan penuh bagi Ukraina dan Eropa mengenai keamanan mereka di masa depan,” menurut Kementerian Luar Negeri Prancis.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dijadwalkan menghadiri salah satu sesi KTT pada Selasa (16/6). Namun, masih belum jelas apakah Zelensky akan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump, yang diperkirakan akan tiba di Evian pada Senin (15/6) malam waktu setempat.

Para pemimpin Mesir, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab telah diundang untuk menghadiri sesi KTT lainnya pada Selasa guna membahas konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran, ungkap Macron.

Sesi tersebut akan berfokus pada penutupan Selat Hormuz, yang memiliki “dampak nyata terhadap perekonomian kita,” serta negosiasi yang berkaitan dengan Iran, imbuh Macron.

Menurut Bloomberg, AS dan Iran semakin dekat dengan penandatanganan sebuah perjanjian sementara saat penyelenggaraan KTT G7. Sementara itu, CNN melaporkan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance kemungkinan akan menghadiri upacara penandatanganan di Eropa dalam beberapa hari mendatang, yang kemungkinan berlangsung di Jenewa, Swiss.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot pada Jumat menyerukan kepada AS dan Iran agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengakhiri situasi yang tidak dapat dipertahankan dan menandatangani perjanjian damai.

BACA JUGA  BHS Soroti Tingginya Kasus TBC dan HIV di Sidoarjo, Dorong Penguatan Pencegahan dan Edukasi

Meskipun berbagai upaya diplomatik terkait isu-isu regional terus berjalan, perbedaan di antara anggota G7 tetap menjadi sorotan menjelang KTT tersebut.

Kemungkinan tidak akan ada deklarasi gabungan pada akhir KTT G7 di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan sekutu-sekutunya di Eropa, terutama terkait situasi di Timur Tengah, lansir Kyodo News Jepang pada Rabu (10/6), mengutip sumber-sumber diplomatik.

Jika hal tersebut benar terjadi, maka ini akan menjadi tahun kedua berturut-turut KTT G7 berakhir tanpa deklarasi gabungan setelah pertemuan tahun lalu di Kanada.

“Untuk G7 di bawah presidensi Prancis, jika Trump dapat terlibat secara konstruktif saja sudah merupakan sebuah keberhasilan,” kata seorang sumber tepercaya kepada harian Prancis, Le Parisien.

Heidi Crebo-Rediker, senior fellow di wadah pemikir Council on Foreign Relations, menulis dalam sebuah artikel belum lama ini bahwa setibanya di Evian, Trump dapat mengadopsi sikap yang lebih tegas dan memanfaatkan forum G7 untuk mengungkapkan ketidakpuasan atas apa yang dia anggap sebagai dukungan yang kurang memadai dari sekutu-sekutunya menyusul berbagai gangguan yang berkaitan dengan Selat Hormuz.

Menurut Crebo-Rediker, masih ada perbedaan pandangan yang signifikan di antara anggota G7 dan perbedaan itu berpotensi kembali mencuat dalam pembicaraan di sela-sela KTT. Isu-isu seperti dukungan bagi Ukraina, perdagangan, kedaulatan digital, regulasi, dan kebijakan iklim termasuk di antara isu-isu di mana kepercayaan terhadap AS telah melemah.

Menurut survei yang diterbitkan pada Rabu oleh Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa (European Council on Foreign Relations/ECFR), saat ini hanya 11 persen warga Eropa yang memandang AS sebagai sekutu, turun dari 16 persen enam bulan lalu dan 22 persen pada November 2024.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.