PONOROGO-KEMPALAN: Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., pada Senin (25/5) langsung meninjau lahan pembangunan Batalyon Infanteri Tempur (Yonif TP) dan Jembatan Perintis Garuda di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Langkah ini menjadi sinyal kuat percepatan pangkalan militer sekaligus strategi pertahanan berkelanjutan yang menyentuh langsung kesejahteraan warga.
Kunjungan Pangdam yang disambut hangat Forkopimda setempat di Stadion Batoro Katong itu, kemudian difokuskan di Desa Pulung Merdiko, Kecamatan Pulung. Di lokasi calon markas Brigif/Yonif TP, Pangdam memastikan proyek strategis nasional itu telah memasuki Tahap IV dari total 17 titik pembangunan di seluruh wilayah Kodam V/Brawijaya.
“Dalam 16 hingga 18 Juli mendatang, sekitar 500 hingga 600 personel mulai berdiri di sini. Kehadiran TNI AD bukan hanya untuk pertahanan, tapi untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Desa akan hidup, warung-warung tumbuh, dan kesejahteraan warga naik,” tegas Mayjen Rudy Saladin di hadapan Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.E., dan jajaran DPRD setempat.
Tak berhenti di situ, rombongan Pangdam langsung bergeser ke Desa Bungkal, Kecamatan Bungkal, untuk mengecek kesiapan Jembatan Perintis Garuda. Jembatan ini merupakan infrastruktur vital yang menghubungkan satuan tempur dengan logistik dan akses masyarakat, sekaligus menjadi simpul ekonomi baru di kawasan selatan Ponorogo.

Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., menambahkan bahwa sinergitas dengan Pemkab Ponorogo dan Polres menjadi kunci kelancaran proyek. Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo, S.I.K., M.Si., memastikan kondisi wilayah dalam keadaan aman dan kondusif untuk mendukung operasional pembangunan.
Hadir pula dalam peninjauan itu, Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Muhammad Aidi, Kapoksahli Pangdam Brigjen TNI Dr. Singgih Pambudi Arianto, Asrendam Kolonel Kav Yudi Suryatin, Aster Kasdam Kolonel Inf Timmy Prasetya, serta Dandim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra selaku penanggung jawab kegiatan.
Pangdam menegaskan, Yonif TP dan Jembatan Perintis Garuda di Ponorogo bukan sekadar proyek pertahanan. Ini adalah benteng ganda: menjaga kedaulatan sekaligus mencetak kemajuan desa. Dengan dukungan penuh Forkopimda, dari camat hingga kepala desa, kehadiran satuan TNI AD ini diproyeksikan menjadi lokomotif pembangunan wilayah secara berkelanjutan.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi