Rabu, 22 April 2026, pukul : 08:48 WIB
Surabaya
--°C

Malaysia Belum Ada Keputusan Cabut Larangan Ekspor Ayam

JAKARTA-KEMPALAN: Pada Kamis (4/8/2022) Ronald Kiandee, Menteri Pertanian dan Industri Makanan Malaysia mengklarifikasi bahwa untuk saat ini larangan ekspor ayam masih berlaku.

Hal tersebut diungkapkan olehnya setelah ia mengatakan bahwa kebijakan larangan ekspor ayam akan berakhir pada tanggal 31 Agustus 2022.

Kiandee menerima kritik pada saat pertemuannya dengan anggota parlemen Kluang Wong Shu Qi bahwa larangan ekspor tersebut membuat Singapura sebagai pangsa pasar utamanya menjadi hilang karena beralih untuk membeli dari negara tetangga lainnya.

“Kami kehilangan pasar. Jadi tidak peduli apakah kami membuka kembali atau mengizinkan ekspor lagi, kami telah kehilangan pelanggan, ” ucap Wong.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kementerian pada hari Kamis, saat sesi pertanyaan di parlemen Kiandee mengatakan bahwa larangan ekspor adalah intervensi sementara hingga harga ayam dan pasokan sepenuhnya stabil.

Kementrian memberikan tambahan bahwa pemerintah akan terus memantau rantai pasokan ayam dan menyelenggarakan keterlibatan dengan semua pemangku kepentingan rantai pasokan ayam termasuk di tingkat peternakan.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan dan produksi ayam dalam negeri menjadi stabil dan optimal.

“Setiap keputusan untuk mengizinkan re-ekspor ayam pedaging hidup (ayam pedaging komersial) akan diputuskan oleh pemerintah berdasarkan studi stok dan produksi di tingkat peternakan,” ucapnya.

Pada 1 Agustus lalu, Menteri Keuangan Malaysia memberi tahu kepada anggota parlemen bahwa saat itu Malaysia dalam keadaan over supply dan dapat melakukan ekspor ayam ke negara lain.

“Saat ini, kami mampu memproduksi 106 persen kebutuhan ayam. Artinya, kita punya kapasitas untuk mengekspor ayam dari negara kita,” ujar Kiandee.

Namun, mulai 1 Juni kemarin pemerintah sudah terlebih dahulu untuk melarang ekspor sebanyak 3,6 juta ayam sebelum kabar over supply tersebut.

Larangan ekspor ayam oleh Malaysia dilakukan karena adanya keluhan kekurangan pasokan dan juga kenaikan harga ayam.

Akibat larangan tersebut Singapura yang awalnya melakukan impor sebesar 34 persen pasokan ayam dari Malaysia telah mengumumkan akan memasok ayam dari negara tetangga lain termasuk Indonesia dan juga Thailand.

Kiandee mengatakan bahwa sejak 5 Februari sebanyak RM 1,1 miliar (Rp5,07 miliar) telah disisihkan untuk membantu para pelaku industri ayam. (Todayonline/CNN/Ekonomi.bisnis, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.