SEMARANG-KEMPALAN: Sebuah pemandangan tidak biasa tersaji dalam lanjutan Final Four Proliga 2026 Seri III di GOR Jatidiri, Semarang. Gresik Phonska (Grespho) Plus Pupuk Indonesia tidak hanya memenangkan pertandingan melawan Jakarta Electric PLN dengan skor 3-1(25-18,25-21,18-25, 25-19) tetapi juga “menampar” gengsi kompetisi dengan menjadikan laga krusial ini layaknya sesi latihan tanding.
Meski kemenangan ini resmi mengantarkan mereka ke Grand Final untuk menantang Jakarta Pertamina Enduro, sorotan utama tertuju pada keputusan berani—jika tak ingin disebut sombong—dari sang head coach, Alessandro Lodi.
Eksperimen di Tengah Tekanan
Setelah mendominasi di awal, Lodi melakukan langkah ekstrim pada set ketiga dan keempat dengan menarik keluar barisan bintang utamanya dan memasukkan pemain lapis kedua. Di saat tim lain mati-matian mengejar poin demi poin di fase final four, Grespho justru terlihat asyik melakukan bongkar pasang formasi.
“Ini adalah investasi. Saya perlu tahu sejauh mana kesiapan tim ini jika sewaktu-waktu kami berada dalam kondisi darurat di partai puncak nanti,” ujar Alessandro Lodi dengan nada dingin usai laga.
Keputusan “perjudian” ini sempat membuat publik Semarang tegang. Geofani, pemain muda Grespho yang dipercaya turun, mengaku sempat gemetar menjadi bagian dari skema berisiko ini.
“Jujur, saya sempat nervous luar biasa ketika saya dan teman-teman lokal lainnya seolah dijadikan ‘kelinci percobaan’ di tengah laga sebesar ini. Tapi Alhamdulillah, kepercayaan pelatih bisa kami jawab dengan kemenangan,” ungkap Geofani.
PLN Mengakui Kekalahan Kelas

Di sisi lain, Jakarta Electric PLN tampak tak berdaya menghadapi kedalaman skuad Grespho. Direktur Teknik PLN, Ananthacai Yoonprathom, secara ksatria mengakui bahwa timnya kalah segalanya, bahkan ketika lawan tidak bermain dengan kekuatan penuh.
“Kami harus akui kedalaman skuad Grespho jauh lebih siap. Mereka punya kemewahan untuk merotasi pemain tanpa kehilangan kualitas, itu yang membuat kami sulit berkembang,” pungkasnya.
Dengan hasil ini, laga Grand Final Proliga 2026 dipastikan akan menjadi medan tempur ideal yang mempertemukan dua kekuatan utama: Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia vs Jakarta Pertamina Enduro.
JADWAL FINAL FOUR PROLIGA 2026 – SERI III SEMARANG
Jumat, 17 April 2026
- Pukul 14.00 WIB (Putra):
Jakarta Garuda Jaya vs Jakarta Bhayangkara Presisi - Pukul 16.00 WIB (Putri):
Jakarta Pertamina Enduro vs Jakarta Popsivo Polwan(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi