SURABAYA –KEMPALAN: Atmosfer GOR Jawa Pos Arena mendadak sunyi lalu meledak. Jakarta LavAni Livin’ Transmedia, skuad yang dihuni 97 persen pilar Timnas dan diperkuat dua legiun asing berlabel @ $350 ribu (sekitar Rp 11 miliar), dipaksa bekerja ekstra keras oleh determinasi tanpa batas Surabaya Samator pada laga pembuka Final Four Proliga 2026, Minggu (5/4/2026).
Meski akhirnya LavAni menyegel kemenangan 3-1 (23-25, 25-15, 25-16, 25-13), skor akhir tidak menggambarkan betapa “panas dinginnya” sang raksasa di awal laga. Tanpa kapten sekaligus mesin poin.,Rama Fazza yang dibekap cedera, Samator justru tampil tanpa beban dan sempat mempermalukan tembok kokoh LavAni di set pembuka.
Keajaiban Set Pertama
Pertandingan dimulai dengan kejutan besar. Samator, yang di atas kertas kalah segalanya, bermain sangat rapi. Koordinasi Tedy Oka dan Jordan Santoso di garis depan membuat duo maut LavAni, Dio Zulfikri dan Dimas Saputra, plus duo asing tampak frustrasi. Poin kritis menjadi panggung ketenangan anak-anak Surabaya. Samator melibas set pertama 25-23, sebuah tamparan keras bagi Dream Team Jakarta LaVani livin transmedia tersebut.
Tersentak oleh kekalahan di set awal, pelatih LavAni, David Lee, langsung bereaksi. Memasuki set kedua hingga keempat, kelas berbicara. Boy Arnes mulai mengamuk, sementara Taylor Sander membuktikan mengapa ia dibayar mahal dengan servis-servis mematikan. LavAni pun mengambil alih kendali dengan skor mencolok di tiga set sisa.
Komentar Kubu Surabaya Samator

Manajer Surabaya Samator, Hadi Sampurno, mengapresiasi keberanian skuat mudanya namun mengakui faktor mental menjadi pembeda.
“Kami tampil dengan mayoritas pemain muda. Di set pertama mereka membuktikan talenta itu ada, tapi menghadapi tim sekelas LavAni, kematangan psikologis adalah kunci. Anak-anak sempat terburu-buru setelah unggul, dan itu menjadi celah yang langsung dimanfaatkan lawan,” ujar Hadi.
Bintang muda Samator, Jordan Santoso, menambahkan bahwa mengambil satu set dari tim bertabur bintang adalah pencapaian moral yang besar. “Jujur, tanpa Rama kami sempat diragukan. Bisa mencuri set pertama dari tim yang hampir seluruhnya pemain nasional itu luar biasa bagi kami. Ini pelajaran mahal untuk laga berikutnya melawan Garuda Jaya,” pungkasnya.
Menuju Duel Puncak di Solo
Dengan hasil ini, Jakarta LavAni menempel ketat Jakarta Bhayangkara Presisi di puncak klasemen. Keduanya dijadwalkan bentrok di Sritex Arena Solo pekan depan untuk menentukan siapa penguasa takhta putaran pertama Final Four Proliga 2026.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)
Klasemen Akhir Putaran Pertama Final Four Proliga 2026
(Seri I: GOR Jawa Pos Arena, Surabaya)
| Pos | Tim | Main | Menang | Kalah | Poin | Set Ratio |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Jakarta Bhayangkara Presisi | 2 | 2 | 0 | 6 | MAX |
| 2 | Jakarta LavAni Livin’ Transmedia | 2 | 2 | 0 | 6 | 6.000 |
| 3 | Surabaya Samator | 2 | 0 | 2 | 0 | 0.167 |
| 4 | Jakarta Garuda Jaya | 2 | 0 | 2 | 0 | 0.000 |

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi