Kamis, 4 Juni 2026, pukul : 03:49 WIB
Surabaya
--°C

Segitiga Bermuda Pengkhianatan Prabowo

“Segitiga Bermuda” pengkhianatan Prabowo membuat masa depan bangsa dan rakyat Indonesia dalam bahaya. Terseret dalam konflik kepentingan Amerika (dan Israel).

Oleh: M Rizal Fadillah

KEMPALAN: Di saat perang Iran melawan Amerika Serikat – Israel belum usai di mana Presiden Prabowo Subianto dikecam rakyatnya sendiri atas bergabungnya Indonesia dalam BoP pimpinan Amerika dan di bawah bayang-bayang Israel.

Ternyata Prabowo memperdalam kebersamaan atau ketundukan pada Amerika sang kacung zionis Israel itu ke dalam Major Defense Cooperation Partnership (Kemitraan Kerjasama Pertahanan Utama).

Penandatangan program kemitraan permanen tersebut dilaksanakan di Markas Besar Pentagon antara Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoedin dengan Sekretaris Urusan Pertahanan dan Perang AS Pete Hegseth pada tanggal 13 April 2026.

Muncul isu adanya rancangan kesepakatan “blanket overflight” yakni kebebasan pesawat AS untuk melintas di udara Indonesia. Hal ini jelas suatu pelanggaran atas kedaulatan wilayah yang sangat membahayakan.

BACA JUGA  Menimbang Ulang Konstitusi: Mengapa Wacana Kembali ke UUD 1945 Menguat?

Pemerintahan Prabowo semakin nekad dalam menjual kedaulatan bangsa pada Amerika. Prabowo khianat dan bertindak sendiri tanpa persetujuan rakyat atau wakil rakyat. Pelanggaran konstitusi ini tidak bisa dibiarkan.

Telah terbentuk Segitiga Bermuda yang dapat menghancurkan, menenggelamkan, dan menghilangkan kedaulatan negara Indonesia.

Titik pertama yaitu Board of Peace (BoP) sebagai badan perdamaian tipu-tipu buatan Amerika yang  berbasis lobi Israel. Prabowo terjebak di kumpulan, yang menurut The Guardian, sebagai lembaga suap Trump.

Titik kedua ini adalah Agreement on Reciprocal Trade (ART) perjanjian berat sebelah yang merusak kedaulatan ekonomi bangsa. Prabowo menyerahkan lehernya untuk disembelih Donald Trump. Kebodohan yang sangat monumental dan bersejarah.

Titik ketiga ialah Major Defense Cooperation Partnership (MDCP). Ada tiga pilar kerjasama, yaitu pertama, “militery modernization and capacity building“.

BACA JUGA  Obituari Jerry Gogosian: Komentator Seni yang Berani, Tajam, dan Tak Kenal Kompromi

Kedua, “training and professional military education” dan ketiga, “exercises and operational cooperation“. Ketiga pilar ini tentu tidak mutual, nyatanya Indonesia adalah obyek dari penataan dan pembinaan, artinya di bawah pengendalian Amerika.

“Segitiga Bermuda” pengkhianatan Prabowo membuat masa depan bangsa dan rakyat Indonesia dalam bahaya. Terseret dalam konflik kepentingan Amerika (dan Israel).

Segitiga Bermuda pengkhianatan Prabowo menghancurkan, menghilangkan, dan menenggelamkan politik luar negeri bebas aktif Indonesia dan motor dari gerakan non-blok.

Payah pemimpin negara ini, Jokowi membawa ke China, Prabowo ke Amerika. Indonesia diambang kehancuran akibat siap menjadi kacung dan antek asing.

Negara berdaulat hanya omon-omon bau comberan.

*) Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.