SUMENEP-KEMPALAN-Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura kembali menjadi perbincangan publik setelah ada Kades yang berani membentak Kapolsek Masalembu gegara dilarang melaksanakan resepsi pernikahan di masa PPKM Level 4.
Pulau Masalembu merupakan ibu kota Kecamatan Masalembu yang berada di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Ada 4 desa di Kecamatan Masalembu. Yaitu, Desa Sukajeruk dan Desa Masalima ada di Pulau Masalembu. Desa Masakambing ada di Pulau Masakambing-bila ditempuh perjalan laut memakan waktu 1 jam dari Pulau Masalembu. Desa lainnya ada di Pulau Karamian-jika ditempuh perjalanan laut memakan waktu 4 jam dari Pulau Masalembu.
Pulau Karamian merupakan ujung paling utara geografis Kabupaten Sumenep. Jarak dari pulau itu ke Daratan Kota Sumenep jika ditempuh kapal memakan waktu 14 jam.
Jarak Pulau Karamian lebih dekat ke pulau terluar wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.
Tak heran, banyak warga Pulau Karamian kerap melakukan aktivitas ekonomi ke Pulau Terluar di Kecamatan Kota Baru, Provinsi Kalsel karena hanya ditempuh 6 jam.
Gugusan kepulauan di Pulau Masalembu itu jika ditarik lurus barat timur sejajar dengan Pulau Bawean, Gresik dan Kota Majene, Sulbar.
Ketenaran Pulau Masalembu sudah lama karena berbagai peristiwa. Seperti Tragedi Tampomas. Itu yang bikin Pulau Masalembu melegenda.
Tak mengherankan, ketika ada yang menyebut Pulau Masalembu, pikiran langsung terngiang nama Tampomas.
Tragedi KM Tampomas II memang menjadi insiden paling menggemparkan Indonesia. Tahun 1981, ketika itu, tak ada berita heboh karena terbatasan dunia informasi.
Para politisi dan para aktivis ikut membubui tragedi tenggelamnya kapal Tampomas.
Tak ketinggalan Iwan Fals ikut menyindir tragedi kapal Tampos dengan lagu yang berjudul “Celoteh Camar Tolol dan Cemar”.
Tampomas sebuah kapal bekas
Tampomas terbakar di laut lepas
Tampomas tuh penumpang terjun bebas
Tampomas beli lewat jalur culas
Tampomas hati siapa yang tak panas
Tampomas kasus ini wajib tuntas
Tampomas koran koran seperti amblas
Tampomas pahlawanmu kurang tangkas
Tampomas cukup tamat bilang nahas
Perairan Pulau Masalembu
Perairan Masalembu sejak dulu memiliki mitos. Banyak mitos yang mengendap di pikiran sebagian orang bahwa perairan Masalembu adalah angker dan menakutkan.
Mitos itu merujuk cerita dongeng bahwa laut Masalembu, dahulu kala merupakan wilayah kerajaan Ratu Malaka, yang sering minta tumbal karena menjadi pusat berkumpulnya makhluk halus
Sebenarnya, letak Pulau Masalembu berada di perairan antara pertemuan Laut Jawa dan Selat Makassar.
Posisi Pulau Masalembu dikenal dengan istilah Segitiga Bermuda-nya Indonesia yang kali pertama populer sejak 27 Januari 1981. Itu setelah ada tragedi KM Tampomas II yang terbakar dan tenggelam di Perairan Masalembu.
Segitiga Bermuda berawal sebuah mitos di perairan laut Pulau Miami, bagian selatan, negara bagian Florida, Amerika Serikat.
Segitiga Bermuda dimaksud karena bentuk lokasi perairan yang menyerupai Segi Tiga Piramida.
Laut Miami dikenal dengan kawasan laut setan. Karena terjustifikasi kematian yang maha kejam dan ganas bagi siapa saja yang melewatinya.
Mitos laut miami itu merujuk sekitar 300 kapal-kapal laut raksasa dan pesawat terbang yang melintasi perairan Miami terkubur di dasar laut.
Wajar jika perairan Pulau Masalembu dikenang sebagai laut seram.
Sejumlah kecalakaan laut kerap terjadi di Perairan Masalembu.
Dari berbagai situs kelautan menyebut, perairan Masalembu memiliki arus sangat kencang. Itu berasal dari laut barat yang terus memanjang ke laut Jawa.
Sementara, dari selat Makassar terdapat arus utara yang terjadi akibat perbedaan suhu.
Dua arus yang berbeda ini kemudian bertemu di Pulau Masalembu.
Segitiga ini membawa materi lain. Termasuk sedimen laut.
Rata-rata tragedi di perairan Masalembu terlentang antara kurun waktu Desember-Januari atau Juli-Agustus.
Berikut Rentetan Tragedi di Perairan Masalembu
1. Rabu, 27 Januari 1981, KMP Tampomas II terbakar di Perairan Masalembu.
2. Jumat, 29 Desember 2006, Kapal Roro Senopati Nusantara Tenggelam karena cuaca buruk
3. Senin 1 Januari 2007, Pesawat Adam Air 574 dikabarkan hilang di Perairan Masalembu
4. Kamis 19 Juli 2007, KM mutiara Indah Tenggelam di Periaran Masalembu
5. Selasa, 8 Juli 2008, Kapal Kargo Tenggelam di Perairan Masalembu
6. Minggu, 11 Januari 2009, KM Teratai Prima tenggelam di perairan Masalembu
7. Jumat 19 Mei 2017, KMP Mutiara Santosa I mengalami kebakaran di Perairan Masalembu
8. Kamis, 22 Agustus 2019, KM Santika Nusantara kebakaran di Perairan Masalembu
(hambali rasidi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi