Zulkifi Hasan saat pelantikan pengurus DPW PAN Jawa Timur dan DPD PAN kabupaten/kota se-Jatim periode 2025-2030 di Jatim Expo, Surabaya, Minggu (10/5). (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).
SURABAYA-KEMPALAN: Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I dan melantik Pengurus DPW PAN Jatim dan DPD PAN se-Jatim periode 2025-2030 di Jatim Expo Surabaya, Minggu (10/5).
Pelantikan turut dihadiri oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, para kepala daerah, sejumlah kiai, pimpinan pondok pesantren dari berbagai wilayah di Jawa Timur, serta ribuan kader dan relawan.
Acara bertema “Gerak Cepat Bantu Rakyat” itu berlangsung meriah dengan balutan pagelaran budaya, ratusan penari tradisional, iringan gamelan, hingga doorprize bernilai ratusan juta rupiah.
Dalam pidatonya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas itu membakar semangat kader untuk memperkuat konsolidasi dalam menghadapi persaingan politik yang makin ketat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan partai sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin memilih sumber daya manusia terbaik.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak hadir dalam pelantikan pengurus DPW-DPD PAN se-Jatim.
Menurut Zulhas, seorang pemimpin bukan hanya dituntut mampu menyusun strategi, tetapi juga harus piawai memilih orang-orang yang tepat untuk menggerakkan organisasi.
“Saya belajar banyak dari Pak Prabowo. Kata beliau, good leader itu pemimpin yang bisa mengatur siasat dan strategi. Great leader adalah pemimpin yang punya logistik besar. Tapi yang terbaik adalah brilliant leader, yaitu pemimpin yang bisa memilih orang-orang hebat,” ujarnya disambut tepuk tangan kader.
Zulhas menyebut, jika sebuah organisasi diisi orang-orang yang tepat, maka strategi, kekuatan, dan dukungan akan datang dengan sendirinya. Sebaliknya, organisasi akan kehilangan energi jika salah memilih figur.
Di hadapan ribuan kader, Zulhas juga berulang kali memancing semangat peserta dengan yel-yel kemenangan PAN di Jawa Timur pada Pemilu 2029. Ia menanyakan kesiapan kader untuk menjadikan PAN sebagai salah satu kekuatan besar politik di provinsi ini.
“Kalau partai lain bisa satu besar, dua besar, tiga besar, apakah PAN bisa tiga besar di Jawa Timur?” teriaknya. “Bisa!” jawab ribuan kader serempak.
Kendati demikian, Zulhas menegaskan bahwa partai politik lain bukanlah musuh, melainkan kolega dalam membangun demokrasi dan memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Kita bersaing dalam rangka amar makruf nahi mungkar. Partai-partai lain itu sahabat perjuangan demokrasi,” ujarnya.
Tiga Kali Dukung Prabowo dalam Pilpres
Dalam pidatonya Zulhas juga mengungkapkan bahwa loyalitas dan kesetiaan menjadi alasan utama bagi PAN selama tiga kali mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI.
Meskipun sempat gagal dalam percaturan Pilpres selama tiga kali, PAN tak berpindah hati hingga akhirnya Prabowo terpilih.
Dia menyatakan, PAN melihat sosok Presiden Prabowo sangat berpihak pada kepentingan rakyat. “Kami memilih yang berpihak pada kepentingan rakyat walaupun tiga kali kalah di Pilpres,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo selalu hadir menangani setiap permasalahan rakyat.
Mulai dari keluhan keterbatasan fasilitas permodalan serta cold storage para nelayan yang kemudian diakomodir dengan kehadiran Koperasi Merah Putih di Kampung Nelayan.
Begitu juga para petani mendapat kemudahan pupuk bersubsidi sampai peningkatan harga jual gabah kering giling di Bulog seharga Rp6.500/kilogram.
“Bertahun-tahun petani rugi tapi tidak punya daya tawar sampai rugi dan sawahnya dijual. Begitu Pak Prabowo jadi Presiden, nilai tukar petani langsung naik 125,” ucap Zulhas yang juga Menko Pangan RI.
Dia juga menegaskan bahwa dua program strategis pemerintah pada tahun ini akan menyasar petani dan nelayan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya menyoroti posisi strategis Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional. Di hadapan Menko Pangan Zulkifli Hasan, Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur terus mencatatkan produksi padi tertinggi secara nasional selama beberapa tahun terakhir.
“Dari tahun 2020 sampai 2025, produksi padi Jawa Timur tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan prediksi BPS sampai Juni 2026 juga masih tertinggi nasional,” ujarnya.
Khofifah menyebut capaian tersebut menjadi bukti kesiapan Jawa Timur dalam mendukung program kedaulatan pangan berkelanjutan yang menjadi agenda nasional pemerintah pusat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kabupaten/kota, dan partai politik menjadi elemen penting dalam mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
“Program Pemprov harus nyambung dengan program kabupaten/kota dan nyambung pula dengan program partai-partai politik, terutama PAN yang membawa semangat gerak cepat membantu rakyat,” kata Khofifah.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPW dan DPD PAN se-Jawa Timur yang baru dilantik serta berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan kerja politik yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
PAN Jatim Gerak Cepat Bantu Rakyat
Sedang Ketua DPW PAN Jawa Timur Ahmad Rizki Sadiq menegaskan, kepengurusan baru PAN Jatim akan bergerak cepat memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput. Menurutnya, seluruh kader PAN di Jawa Timur berada dalam satu garis komando di bawah kepemimpinan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
“Ikhtiar perjuangan gerak cepat bantu rakyat untuk mengibarkan panji-panji PAN di Jawa Timur akan dilakukan dengan semangat solidaritas bersama seluruh ketua DPD PAN se-Jawa Timur,” katanya.
Rizki menegaskan, konsolidasi organisasi menjadi pekerjaan utama kepengurusan baru. DPW PAN Jatim akan memperkuat struktur mulai tingkat cabang, ranting, hingga tempat pemungutan suara (TPS).
“Kita tahu tugas besar menanti. Ketua Umum telah memberi contoh melakukan safari ke seluruh daerah untuk mengingatkan pentingnya konsolidasi organisasi sampai tingkat kecamatan, desa, bahkan TPS,” katanya.
Dalam pidatonya, Rizki juga menekankan pentingnya pendekatan kultural dalam membangun PAN di Jawa Timur. Ia menyebut keberagaman kultur masyarakat Jatim, mulai Arek, Madura, Pantura, Mataraman hingga Tapal Kuda, akan menjadi kekuatan dalam membangun karakter organisasi yang inklusif dan dekat dengan rakyat.
Selain itu, PAN Jatim juga menargetkan penguatan sinergi dengan ulama, habaib, organisasi keagamaan, pimpinan partai politik, serta pemerintah daerah di seluruh Jawa Timur.
“Kami mohon doa restu para kiai, ulama, habaib, PW Muhammadiyah, PWNU, seluruh tokoh masyarakat agar PAN Jawa Timur bisa memberi kontribusi lebih besar bagi pembangunan dan masyarakat Jawa Timur,” ucap Rizki.
Di akhir sambutannya, Rizki menyampaikan apresiasi kepada ribuan relawan dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara.
Dengan penuh semangat ia menutup pidatonya menggunakan kalimat yang disambut riuh kader. “I love you full pokoknya semuanya!” pungkas Rizki yang disambut tepuk tangan para kader PAN. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi