SURABAYA -KEMPALAN: SMA Labschool Unesa 1 Surabaya kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu inkubator pencetak generasi unggul yang siap bersaing di kancah pendidikan tinggi nasional. Berdasarkan data evaluasi internal kelulusan tahun 2026, sekolah ini mencatatkan lonjakan persentase kelulusan siswa ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sangat signifikan, baik melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Peningkatan kualitas input dan proses pembelajaran di sekolah ini terbukti linier dengan hasil yang diraih. Dibandingkan dengan capaian pada tahun 2025, efektivitas penyerapan lulusan di berbagai kampus klaster satu mengalami lompatan persentase yang impresif.
Berikut adalah tabel perbandingan performa kelulusan SMA Labschool Unesa 1 Surabaya dalam dua tahun terakhir:
| Jalur Seleksi | Capaian Tahun 2025 | Capaian Tahun 2026 | Tren Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| SNBP | 14 dari 68 siswa (20,59%) | 15 dari 51 siswa (29,41%) | Naik 8,82% |
| SNBT | 41 dari 142 siswa (28,87%) | 31 dari 99 siswa (31,31%) | Naik 2,44% |
Sistem Pembelajaran Adaptif dan Pendampingan Karir Linier
Lonjakan angka ini bukan sebuah kebetulan, melainkan buah dari perombakan sistem pembelajaran yang lebih adaptif, terukur, dan berbasis kebutuhan individual siswa (personalized learning). Sekolah menerapkan pemetaan minat sejak dini serta try-out berkala yang dievaluasi secara digital untuk mengukur kesiapan UTBK-SNBT siswa.
Direktur Labschool Unesa, Prof. Dr. Sujarwanto, M.Pd., menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan implementasi nyata dari standardisasi mutu institusi pendidikan di bawah naungan Universitas Negeri Surabaya.
“Kami mendesain ekosistem pendidikan di Labschool untuk tidak sekadar mengajar, melainkan menuntun potensi. Keberhasilan siswa menembus PTN favorit hulu utamanya ada pada sinkronisasi kurikulum yang adaptif dan ketajaman para guru dalam menganalisis peluang kompetisi di ranah nasional. Lonjakan performa ini adalah bukti bahwa strategi linier yang kami canangkan berjalan presisi,” ujar Prof. Sujarwanto.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala SMA Labschool Unesa 1 Surabaya, Dewi Purwanti, mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas dedikasi seluruh sivitas akademika dan kerja keras para siswa.
“Persentase kelulusan yang meningkat tajam ini mengonfirmasi bahwa mitigasi strategi yang kami lakukan pasca-evaluasi tahun 2025 membuahkan hasil optimal. Meskipun jumlah populasi siswa di angkatan ini lebih ramping, namun efektivitas dan kualitas kelulusan justru menebal. Kami berhasil mengantarkan anak-anak didik kami ke PTN-PTN terbaik negeri ini,” ungkap Dewi Purwanti dengan optimis.
Menembus Kampus Klaster Atas dan Testimoni Siswa

Daftar sebaran alumni SMA Labschool Unesa 1 Surabaya tahun ini didominasi oleh universitas-universitas papan atas, seperti Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), UPN ,UIN Sunan Ampel Surabaya serta kampus induk mereka sendiri, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Daffa Fahreza salah satu siswa yang berhasil lolos melalui jalur SNBP di program studi favorit Universitas Brawijaya, membagikan pengalamannya selama menempuh studi di SMA Labschool Unesa 1 Surabaya.
“Sistem pembelajaran di sini sangat mendukung iklim kompetisi yang sehat. Kami tidak dibiarkan meraba-raba arah masa depan sendirian. Guru BK dan wali kelas secara intensif membedah rapor kami, memberikan analisis peluang, hingga mendampingi kondisi psikologis kami agar tetap stabil menghadapi tekanan ujian. Pendampingan itu yang membuat kami percaya diri,” tutur Daffa.
Melalui konsistensi performa ini, SMA Labschool Unesa 1 Surabaya tidak hanya sekadar meloloskan siswa ke jenjang pendidikan tinggi, namun juga menetapkan standar baru sebagai sekolah laboratorium bereputasi nasional yang unggul dalam tata kelola akademik.(Ambari Taufiq/M Fasuchullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi