BANDUNG-KEMPALAN: Revolusi senyap sedang terjadi di tubuh sepak bola Indonesia. Di bawah komando Direktur Teknik anyar asal Belanda, Alexander Zwiers—sosok di balik sukses Yordania menembus Piala Dunia 2026—PSSI baru saja meresmikan 23 “mata-mata” bakat terbaik melalui program prestisius FIFA Talent Development Scheme (TDS) 2026.
Bukan sekadar kursus biasa, program ini adalah penyaringan ketat bagi para arsitek lapangan hijau yang memiliki insting tajam untuk mengendus bakat terpendam di seluruh pelosok negeri. Salah satu nama yang mencuri perhatian selain mantan pemain seperti: Arif “Keceng” Suyono, Washiatul Akmal, Boy Jati Asmara adalah Dr. David Agus Prianto, S.Pd., M.Pd., akademisi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Perkawinan Sport Science dan Insting Lapangan

Kehadiran Dr. David membawa dimensi baru dalam metodologi scouting PSSI. Sebagai Dosen Prodi Kepelatihan FIKK Unesa sekaligus Head Coach Unesa FC, David dikenal sebagai sosok yang memadukan teori akademik dengan kerasnya realita liga bawah (Liga 3 & 4) serta pembinaan usia dini di Jawa Timur.
“Sepak bola modern tidak lagi bisa hanya mengandalkan intuisi semata. Kita harus bicara tentang data, maturasi biologis, dan performance metrics yang terukur,” ujar Dr. David Agus Prianto dalam sesi eksklusif.
Ia menambahkan bahwa Unesa memiliki keunggulan di bidang Sport Science yang akan ia integrasikan dalam tugasnya sebagai Talent Scouter.
“Tugas kami adalah meminimalkan ‘bias’ dalam penilaian. Melalui pendekatan ilmiah, kita bisa membedakan mana pemain yang hanya menonjol karena kematangan usia prematur, dan mana yang benar-benar memiliki potensi elit untuk berseragam Garuda di masa depan. Ini adalah tentang presisi,” tegas David.
Mentor Dunia dan Kurikulum FIFA

Selama pelatihan intensif, 23-26 April 2026 di Bandung ke-23 peserta digembleng langsung oleh instruktur kelas dunia seperti Maria Jamila Khan (Pakistan), Christos Kanelleas (Australia), hingga duo pakar Inggris, Westley Awad dan Richard Eillen.
Para peserta tidak hanya duduk di kelas. Mereka langsung diterjunkan ke lapangan dalam laga Elite Pro Academy (EPA) antara Persib vs Malut untuk menguji kemampuan observasi, grading, hingga ranking pemain secara real-time. Fokusnya jelas: mencari pemain U-16 yang akan menjadi tulang punggung Timnas Indonesia di masa depan.
Alexander Zwiers: Era Baru Pasca-Indra Sjafri

Langkah Alexander Zwiers menunjuk para scouter ini menandai berakhirnya era konvensional. Zwiers ingin membangun sistem pencarian bakat yang proaktif, bukan menunggu bakat itu datang sendiri. Dengan prinsip Find-Train-Play, program TDS 2026 ini diproyeksikan menjadi ujung tombak prestasi internasional Indonesia.
Pelatihan gelombang pertama ini akan berlanjut pada Juli mendatang, di mana para scouter akan mulai bergerak menyisir talenta di zona masing-masing.
Daftar 23 Elite Talent Scouter PSSI – FIFA TDS 2026
Berikut adalah nama-nama yang terpilih menjadi ujung tombak pencarian bakat nasional:
| No | Nama Peserta | Asal Daerah/Instansi |
|---|---|---|
| 1 | Dr. David Agus Prianto, M.Pd. | Jawa Timur (Unesa) |
| 2 | Muhammad Rofiq Noval | DIY |
| 3 | Raju Candra | Kalimantan Barat |
| 4 | Asep Angga Permadi | Jawa Timur |
| 5 | Boy Jati Asmara | Jawa Barat |
| 6 | Muklus Nur A Gani | Maluku Utara |
| 7 | Eric Saputra Firdaus | Sulawesi Selatan |
| 8 | Tomas Yuliandra | Bengkulu |
| 9 | Endang Sri Wahyuningsih | DIY |
| 10 | M. Iskandar | Jawa Barat |
| 11 | Taofik Saleh | Jawa Barat |
| 12 | Bert Penturi | Bali |
| 13 | Susanto | Sumatera Utara |
| 14 | Nursaelan Santoso | Banten |
| 15 | M. Irfan | Jawa Tengah |
| 16 | Arif Suyono | Jawa Timur |
| 17 | Alan Martha | Sumatera Barat |
| 18 | Wadhiatul Akmal | DKI Jakarta |
| 19 | Risda Yulianti | Jawa Barat |
| 20 | M. Fayyadh Fadhlurrahman | PSSI |
| 21 | Adrianto Priyo Sembodo | PSSI |
| 22 | Ridho Bahasa | Sumatera Barat |
| 23 | TBC | Papua Football Academy |
Bagaimana menurut Anda? Apakah kolaborasi antara Sport Science akademisi dan pengalaman pelatih profesional ini mampu membawa Timnas Indonesia ke level dunia? Kita nantikan hasil kerja nyata 23 scouter ini di lapangan.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi