Minggu, 19 April 2026, pukul : 17:19 WIB
Surabaya
--°C

Hasil Final Four Proliga 2026 Seri III Semarang:  “Show of Force” LaVani: GOR Jatidiri Jadi Saksi Runtuhnya Sang Mantan Predator


SEMARANG-KEMPALAN:  Panggung Final Four Proliga 2026 Seri III di GOR Jatidiri, Semarang, Jumat (17/04/2026), berubah menjadi arena pamer kekuatan bagi LaVani. Jakarta LaVani Livin’ Transmedia tampil mengerikan dengan melibas Surabaya Samator tiga set langsung, 3-0 (25-15, 25-21, 25-21).
Sejak peluit pertama dibunyikan, LaVani menunjukkan mengapa mereka disebut sebagai tim bertabur bintang. Orkestrasi serangan yang disusun setter Dio Zulfikri, dipadukan dengan gempuran Dimas Saputra dan blok rapat Mahendra, membuat pertahanan Samator kocar-kacir. Kehadiran legiun asing dengan nilai kontrak fantastis mencapai 500 ribu US Dolar kian mempertegas jurang kelas antara kedua tim.

Asisten Pelatih LaVani, Erwin Rusni, menegaskan bahwa kemenangan telak ini bukan sekadar soal poin, melainkan pembuktian mental.
“LaVani tak memandang siapa lawan. Inilah tim kami yang disiapkan khusus untuk kompetisi bergengsi ini. Kami tetap menjaga marwah kalau LaVani harus tampil perkasa di setiap laga, sekaligus menjaga kedalaman tim hingga ke partai puncak grand final,” tegasnya usai laga.

Tragedi Sang Mantan Predator
Di sisi lain net, Surabaya Samator tampak kehilangan taringnya. Tim yang dulunya dikenal sebagai “Predator” voli Indonesia ini kini hanya menjadi bayang-bayang kejayaan masa lalu. Eksodus bintang seperti Rivan Nurmulki dan Rendy Tamamilang ke Bhayangkara Presisi beberapa tahun silam memaksa Samator membangun kekuatan dari nol.

Nasib sial kian melengkapi derita Samator. Menjelang fase krusial, mereka dihantam badai cedera. Rama Faza Fauzan, sang pejuang poin andalan, harus menepi akibat cedera bahu sejak seri pertama di Surabaya. Tanpa Rama, serangan Samator kehilangan daya ledak.

Manajer Surabaya Samator, Hadi Sampoerno, dengan sportif mengakui superioritas lawan sambil membeberkan kondisi internal timnya yang memprihatinkan.
“Ya, kita akui tanpa Rama Faza, kekuatan Samator tidak bisa sangar. Kami hanya mengandalkan sisa-sisa kekuatan demi menjaga kredibilitas nama besar tim. Jujur, LaVani saat ini memang tidak bisa dilawan dengan kondisi kami yang pincang,” ungkap Hadi.

Meski kalah telak, Hadi menekankan bahwa komitmen utama tim adalah memberikan penghormatan bagi loyalitas suporter.
“Surabaya harus menyelesaikan laga dengan sekuat yang ada. Yang terpenting, penggemar tetap bisa melihat tim pujaannya bertarung di lapangan. Kami bertanding demi mereka, meski harus tertatih di tengah badai,” pungkasnya secara emosional.

Kemenangan ini memastikan Jakarta LaVani semakin kokoh menuju Grand Final, sementara Surabaya Samator harus puas berjuang dengan “napas” yang tersisa untuk sekadar menjaga kehormatan sejarah mereka.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)


forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.