Selasa, 19 Mei 2026, pukul : 01:20 WIB
Surabaya
--°C

Hasil Akhir Final Four proliga 2026 Seri Semarang: JPE Juara Seri Semarang, Namun Gresik Phonska Plus Siapkan ‘Bom’ Waktu di Grand Final Proliga 2026

SEMARANGKEMPALAN: Juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro (JPE) memantapkan dominasinya dengan menjuarai putaran kedua Final Four Proliga 2026. Kepastian ini didapat usai JPE menundukkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dengan skor 3-1 (25-18, 16-25, 25-15, 25-17) di GOR Jatidiri, Semarang, Minggu (19/4/2026) malam.Kemenangan ini membuat JPE menyapu bersih gelar juara di dua putaran Final Four (Solo dan Semarang) sekaligus membawa pulang hadiah pembinaan sebesar Rp 60 juta. Namun, bagi Gresik Phonska Plus, kekalahan ini bukanlah akhir, melainkan bagian dari strategi besar menuju partai puncak.

Strategi Rotasi dan “Simpan Kekuatan”


Meski bertajuk laga penentu juara putaran, kedua pelatih memilih melakukan rotasi besar-besaran. Pelatih JPE, Bullent Karsioglu, mengandalkan Wilma Salas untuk membimbing talenta muda seperti Yesky, Tina, Erie, dan Fiola. Strategi ini sukses memberikan tekanan awal yang membuat JPE unggul di set pertama.Di kubu lawan, Alessandro Lodi, juru taktik Phonska Plus, sengaja memarkir pilar utamanya. Ia memberikan jam terbang kepada Rika, Ajeng Fiona, Bela Sabrina, dan Putri Agustin. Phonska Plus sempat memberikan perlawanan sengit di set kedua dengan skor mencolok 25-16, membuktikan bahwa kedalaman skuad mereka tidak bisa diremehkan.

Psywar Menuju Grand Final


Kekalahan di Semarang tidak membuat mental Gresik Phonska Plus runtuh. Alessandro Lodi menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah kebugaran pemain inti untuk laga Grand Final di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pekan depan.“Ini strategi kami. Kami sengaja mengistirahatkan pemain inti karena jadwal final sangat padat, tiga hari berturut-turut. Hari ini adalah ajang evaluasi sekaligus memberi jam terbang bagi seluruh pemain agar siap saat dibutuhkan di final nanti,” tegas Lodi usai pertandingan.Pemain Phonska Plus, Bela Sabrina, mengakui ada faktor ketegangan (nervous) di lapangan, namun ia memastikan timnya sudah memetik pelajaran berharga sebelum kembali bertemu JPE di partai hidup-mati.JPE Tetap Waspada
Di sisi lain, Bullent Karsioglu mengaku puas dengan performa pemain pelapisnya, terutama penampilan impresif Tina dan Fiola. Baginya, kemenangan ini adalah modal psikologis, namun ia tetap mewaspadai kejutan yang mungkin disiapkan Phonska Plus.“Ini kesempatan yang kami tunggu untuk menguji pemain pelapis, dan hasilnya luar biasa. Tina dan Fiola menunjukkan mereka siap menjadi senjata tambahan di final nanti,” ujar Bullent.Pertemuan di Semarang seolah menjadi “pemanasan” bagi kedua tim. Dengan status JPE sebagai juara bertahan dan ambisi balas dendam Gresik Phonska Plus yang menyimpan kekuatan inti, Grand Final di Yogyakarta diprediksi akan menjadi salah satu partai paling eksplosif dalam sejarah Proliga. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)


forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.