Menu

Mode Gelap

kempalanews · 21 Apr 2022 12:47 WIB ·

Kata Seskab tentang Hari Kartini


					Seskab Pramono Anung. (Setkab) Perbesar

Seskab Pramono Anung. (Setkab)

JAKARTA-KEMPALAN: Siapa tak kenal Raden Ajeng Kartini (R.A. Kartini) yang dianggap sebagai feminis awal di Indonesia dan pejuang hak pendidikan perempuan pada masa kolonial. Ia selalu berjuang agar perempuan mendapatkan akses pendidikan, bahkan dengan mengorbankan kepentingan pribadinya sendiri.

Nampaknya, semangat yang dibawa R.A. Kartini untuk berkarya bagi nusa dan bangsa telah menginspirasi banyak perempuan di Indonesia untuk mengikuti jejaknya, terutama pada era modern ini yang mana perempuan telah dipercaya dan dapat menduduki posisi penting di negeri ini.

Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Pramono Anung juga berkomentar terkait peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April.

“Indonesia boleh berbangga, Indonesia telah melahirkan banyak Kartini-Kartini tangguh, menjadi presiden, ketua DPR, menteri, gubernur, bupati, wali kota, duta besar, dan banyak jabatan politik lainnya yang telah diduduki oleh Kartini-Kartini modern Indonesia dengan baik dan maju,” tuturnya dalam rekaman yang diunggah pada kanal YouTube Setkab pada Kamis (21/4).

Ia juga bersyukur bahwa semangat yang diusung oleh Kartini masih dijaga oleh para perempuan tangguh nan hebat di Indonesia dari masa ke masa.

“Kita patut bersyukur setiap tanggal 21 April kita memperingati Hari Kartini. Inspirasi Kartini tak lekang oleh waktu, selalu menginspirasi bagi perempuan-perempuan Indonesia dari generasi ke generasi,” tambahnya.

Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini merupakan tanggal kelahiran RA Kartini. Berasal dari laman situs Kemendikbud, Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879, di tengah keluarga bangsawan dari seorang ayah bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang Bupati Jepara. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri seorang kiai atau guru agama di Telukawur, Jepara.

Kartini adalah pahlawan nasional yang gigih memperjuangkan emansipasi wanita. Penetapan pelopor kesetaraan derajat antara wanita dan pria di tanah air ini sebagai pahlawan nasional berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 108 Tahun 1964 yang ditandatangani Presiden RI Soekarno pada tanggal 2 Mei 1964. (Setkab, Reza Hikam)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pemprov Jatim Raih Penghargaan Provinsi Berkinerja Terbaik Penerapan SPM dari Kemendagri

18 Mei 2022 - 22:40 WIB

Halal Bihalal Warga Kampung, Ketua DPRD Surabaya Angkat Keguyuban dan Gotong Royong

18 Mei 2022 - 22:04 WIB

Anies Jalin Kesepakatan Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan dengan Berlin

18 Mei 2022 - 19:06 WIB

PPDB SMPN Surabaya Dimulai, Simak Tahapan dan Cara Pendaftarannya!

18 Mei 2022 - 18:53 WIB

Macron Desak Israel untuk Investigasi terkait Pembunuhan Shireen Abu Akleh

18 Mei 2022 - 12:28 WIB

Shireen Abu Akleh-Tempo

Peci Terdakwa Disoal Jaksa Agung, sebagai Trik Kuno

18 Mei 2022 - 12:05 WIB

Trending di kempalanalisis