Selasa, 7 Juli 2026, pukul : 07:30 WIB
Surabaya
--°C

Khofifah-Emil Salat Idul Adha di Masjid Al Akbar Surabaya

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melaksanakan Salat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Rabu (27/5).

Salat Idul Adha dimulai pukul 06.08 WIB dengan Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya KH Abdul Hamid Abdullah sebagai imam. Sementara khutbah Idul Adha disampaikan Ketua Umum MUI Jatim Prof. Dr. KH Abd. Halim Soebahar dengan tema Belajar dari Keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail untuk Membina Generasi Unggul.

Selaras dengan tema khutbah, Khofifah mengajak umat Islam meneladani nilai keimanan, ketakwaan, keikhlasan, dan pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

“Hari Raya Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum penuh makna tentang kepatuhan seorang hamba kepada Allah SWT,” ujar Khofifah.

Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam Al-Qur’an menggambarkan tingkat kesabaran dan kepatuhan luar biasa terhadap kehendak Allah SWT. Nabi Ibrahim rela mengorbankan putranya sebagai bentuk ketaatan, sementara Nabi Ismail menerima ketetapan tersebut dengan penuh keikhlasan.

“Keteladanan ini perlu kita hadirkan dalam kehidupan, yakni menjadi hamba yang patuh tanpa syarat dan manusia yang tangguh saat diuji pengorbanan demi Allah SWT,” imbuhnya.

Di hadapan puluhan ribu jamaah yang memadati Masjid Al Akbar, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menyalurkan hewan kurban untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

BACA JUGA  Khofifah Tutup PKN II Angkatan II/2026 di BPSDM Jatim

Pada kesempatan itu, Khofifah turut mengajak seluruh jamaah mendoakan masyarakat Indonesia yang sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci agar diberi kesehatan, keselamatan, dan kelancaran hingga kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur.

Serahkan Sapi Kurban Presiden dan Milik Pribadi
Usai Salat Idul Adha, Khofifah secara simbolis menyerahkan sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto kepada Ketua Badan Pengelola Masjid Nasional Al Akbar KH M. Sudjak.

Sapi bantuan Presiden berjenis Peranakan Ongole (PO), berusia enam tahun dengan bobot 1,1 ton. Hewan kurban tersebut berasal dari peternak Akhmad Ritaudin, warga Desa Bluri, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.

“Sapi Peranakan Ongole merupakan plasma nutfah asli Indonesia yang sangat adaptif terhadap lingkungan panas, pakan limbah pertanian, serta memiliki daya tahan penyakit yang baik,” jelas Khofifah.

Selain itu, Khofifah juga menyerahkan sapi kurban pribadinya kepada Sekretaris Masjid Nasional Al Akbar H. Helmy Noor. Sapi jenis Belgian Blue tersebut berusia empat tahun dengan bobot satu ton, dibeli dari peternak Faisal Efendi asal Desa Wates Negoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Menurut Khofifah, Belgian Blue memiliki karakteristik double muscles atau otot ganda, sehingga menghasilkan produksi daging yang lebih padat dan rendah lemak.

Sementara itu, hewan kurban Wakil Gubernur Jatim diserahkan kepada Takmir Masjid Islamic Center Surabaya. s
Sedangkan hewan kurban Sekdaprov Jatim disalurkan ke Masjid Nasional Baitul Hamdi.

BACA JUGA  Biksu Senior Sri Lanka: Reinkarnasi Dalai Lama Tidak Sah Tanpa Pengakuan Pemerintah China

Stok Hewan Kurban Jatim Aman

Tahun ini, Masjid Nasional Al Akbar menyembelih 23 ekor sapi dan 49 ekor kambing. Proses penyembelihan dan distribusi daging kurban dijadwalkan berlangsung esok hari.

Khofifah memastikan stok hewan kurban di Jawa Timur pada Idul Adha 1447 H dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Alhamdulillah, stok hewan kurban di Jawa Timur sangat cukup, aman, dan sehat. Seluruh sentra peternakan telah dilakukan vaksinasi, biosecurity, dan pengobatan ternak,” tegasnya.

Data Pemprov Jatim mencatat, pada 2025 total pemotongan hewan kurban mencapai 397.336 ekor. Sementara kebutuhan tahun 2026 diproyeksikan meningkat menjadi 427.060 ekor.

Tahun ini, Jawa Timur juga menerima Bantuan Kemasyarakatan dari Sekretariat Kepresidenan berupa 39 ekor sapi, terdiri atas satu ekor untuk provinsi dan 38 ekor untuk kabupaten/kota.

Untuk mendukung pelaksanaan Idul Adha, sebanyak 5.000 petugas pemeriksa kesehatan hewan disiagakan di seluruh Jawa Timur.
Selain itu, terdapat 2.318 lapak penjualan hewan kurban, 208 pasar hewan, 133 rumah potong hewan ruminansia, serta 25.140 lokasi pemotongan di luar rumah potong resmi.

Khofifah menambahkan, penjualan hewan kurban tahun ini menunjukkan tren positif.
“Penjualannya jauh lebih signifikan dibanding tahun lalu. Ini menunjukkan semangat beribadah masyarakat Jawa Timur sangat tinggi, ditambah ekosistem digital kini sangat membantu peternak maupun pembeli,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.