SURABAYA-KEMPALAN: S Golf Academy (SGA) tidak sekadar akademi golf biasa saja. Akademi yang baru dibentuk pada awal 2026 tidak hanya mengajari pegolf-pegolf didikannya bermain golf dari sisi teknis.
Melainkan juga membekali pegolf didikannya dengan kemampuan di luar teknis. Salah satunya kemampuan me-maintenance ketenangan dan mengatur fokus saat bertanding.

Seperti ketika salah satu anggotanya, Brillian Elang Senna Mahagiri, meraih gelar juara dalam turnamen golf Elite Junior Amateur Golf Championship Series #2, yang berlangsung di Semarang Royale Golf, Semarang, 22—24 Mei lalu.
Ketenangan yang jadi kunci Elang (panggilan akrabnya) ketika sukses mencetak skor terbaik dalam ajang tersebut. Tertinggal dalam dua hari pertama, Elang mengejar di hari pemungkas.
Elang mencatatkan skor yang sama dengan dua pesaing terdekatnya, Francesco Noah Hartono dan Theodore Pradjoto Tan, 218 pukulan. Elang menang dengan countback.
BACA JUGA: Elang-Abel Juarai Turnamen Golf Junior Piala Walikota Surabaya 2026, Ini Kuncinya
Itu jadi kesuksesan back to back Elang setelah sepekan sebelumnya jadi jawara di ajang turnamen golf junior Piala Walikota Surabaya 2026. Stabilnya penampilan Elang itu tidak lepas dari ilmu yang dia dapat di SGA.

Selain Elang ada empat pegolf junior lain yang berlatih di bawah naungan SGA. Di antaranya ada Farah Anabel Xaviera Lesmana, Havis Rohmad Afif Sahid, Hikari Kikuchi, dan Jordan Danendra Setiawan.
Abel, sapaan karib Farah Anabel, juga jadi juara dalam Piala Walikota Surabaya di sektor putri. Abel mencatatkan skor 234 dalam turnamen kemarin, Havis 246 pukulan, dan Hikari 268 pukulan.
Pelatih kepala SGA, Sahid, menyebut ketenangan datangnya dari banyaknya jam tanding, latihan yang rutin, dan konsistensi permainan. ’’Selain itu, juga berpikir positif,’’ sebut Sahid.
Pikiran positif itulah yang selalu ditanamkan ke pegolf SGA. Itu yang menunjang kemampuan teknis bermain golf yang tentu sudah dimiliki Elang dkk. Terutama ketika menjalani kamp di akhir pekan.

Latihan teknik dilakukan di driving range Taman Dayu Golf Club & Resort, Pasuruan, Jumat-Minggu siang hari. Malam harinya, mereka mendapatkan materi siraman rohani. Di sana, mereka juga menjalani latihan fisik.
Siraman rohani itu diberikan dari psikolog ataupun dari ulama setempat. Mantan Ketua PGI Jatim Deddy Suhajadi kerap memberi materi. Demikian pula Christiano Januar, manajer tim PON Jatim saat PON XXI/2024 Aceh-Sumut.
Di SGA, Oppa Deddy (sapaan karib Deddy Suhajadi) dan Haji Yayan (sapaan karib Christiano Januar) menjabat sebagai penasihat dan pelatih non teknis. Masukan-masukan itu yang mematangkan mindset pegolf SGA.
’’Sehingga ketika bermain di lapangan, anak-anak bisa tetap tenang, humble, dan tidak jemawa,’’ tambah Sahid. Bermain lebih tenang juga disebut Abel sebagai salah satu kuncinya memenangi Piala Walikota Surabaya, dan dia rasakan setelah berlatih di SGA.

Sementara, Elang dkk berlatih teknik di Golf Graha Famili, Surabaya, pada Selasa-Kamis pukul 16.00 hingga 19.00. Selain itu, SGA juga tetap memperhatikan atlet-atlet binaannya dari sisi pemenuhan gizinya.
Latihan teknis, menurut Direktur SGA Sunarlin hanya mencakup dari 30 persen efeknya dalam permainan golf. Selebihnya dari non teknis. ’’Jack Nicklaus (juara 18 kali PGA Tour) bahkan menyebut faktor teknis hanya 10 persen,’’ sebut Sunarlin.
Terbentuknya SGA tersebut diharapkan turut mengembangkan bibit-bibit pegolf dari Jatim. Terutama sebagai program jangka panjang ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Tujuannya ingin kembali menghidupkan status Jatim sebagai gudangnya pegolf hebat di kancah nasional dan internasional.(YMP)


Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi