JAKARTA-KEMPALAN: Gemuruh sorak sorai pecah di Veer Savarkar Sports Complex, Naranpura, Senin malam (22/6/2026), ketika Timnas voli putra Indonesia memastikan kemenangan dramatis atas Qatar dalam laga sengit Grup B AVC Cup Men 2026. Dengan skor akhir 3-2 (21-25, 25-22, 32-30, 25-27, 15-13), Skuad Merah Putih berhasil mencatatkan kemenangan perdana mereka di turnamen bergengsi tingkat Asia ini—sekaligus membangkitkan asa untuk melangkah ke fase selanjutnya.
Pertandingan yang berlangsung selama lebih dari dua jam itu menyuguhkan tontonan penuh ketegangan dan kejutan. Hampir sepanjang laga, Pelatih Kepala Toiran Reidel menerapkan strategi berani dengan menurunkan Alfin Daniel, Farhan Halim, Hendra Kurniawan, Raden Gumilar, Fauzan Nibras, dan Boy Arnez sebagai starter. Keputusan taktis yang paling menentukan terjadi di pertengahan set pertama, ketika Reidel memasukkan Alfin, Nibras, dan Gumilar untuk menggantikan Jasen Kilanta, Rama Fazza Fauzan, serta Tedi Oka—sebuah langkah yang terbukti mengubah alur permainan secara signifikan.
Manajer tim Indonesia, Loudry Maspaitella, tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap keberanian pelatih asal Brasil tersebut. “Apresiasi buat anak-anak dan pelatih. Kita bermain lebih baik dibanding kemarin saat lawan Korea. Toiran adalah pelatih yang berani. Saat set pertama sulit menembus lawan, dia langsung mengganti dengan pemain muda. Masuk Nibras, Alfin, dan Gumilar—itu yang mengubah permainan,” ujar Loudry dengan nada penuh kebanggaan seusai pertandingan.

Menurut Loudry, kebangkitan Indonesia pada set kedua menjadi titik balik psikologis yang membuatnya yakin tim Merah Putih mampu mengatasi perlawanan sengit Qatar. “Saya optimistis saat itu. Pemain bermain lepas, tanpa tekanan. Di luar itu, saya menilai relasi antara junior dan senior tidak ada batas, tidak ada sungkan. Hubungan pemain muda dan senior begitu baik—itu modal besar kami,” tambahnya.
Salah satu bintang lapangan yang mencuri perhatian adalah Fauzan Nibras. Pemain muda berusia 18 tahun itu tampil gemilang dengan mempersembahkan 32 angka—menjadi penyumbang poin terbanyak bagi Indonesia. Penampilan apik Nibras menjadi bukti bahwa regenerasi tim nasional berjalan mulus, sekaligus menjawab keraguan publik akan kedalaman skuad Merah Putih.
Jalannya pertandingan sendiri bagaikan roller coaster emosi. Indonesia mengawali laga dengan kurang meyakinkan setelah menyerah 21-25 pada set pertama. Namun, perlahan permainan membaik. Pada set kedua, tim asuhan Reidel berhasil menyamakan kedudukan usai merebut kemenangan 25-22. Persaingan semakin ketat pada set ketiga—kedua tim saling bergantian memimpin hingga terjadi deuce berkepanjangan. Indonesia akhirnya merebut set tersebut dengan skor 32-30 dan berbalik unggul 2-1.
Qatar yang tak mau menyerah begitu saja memaksa pertandingan berlanjut ke set kelima setelah memenangkan set keempat dengan skor 27-25. Namun, pada set penentuan, Indonesia tampil lebih tenang dan menjaga fokus dalam setiap poin krusial. Perlawanan Qatar akhirnya dipatahkan setelah Indonesia memastikan kemenangan 15-13—mengakhiri drama lima set dengan skor 3-2 untuk kejayaan Merah Putih.
Kemenangan ini menjadi penyemangat sekaligus penebus bagi Indonesia yang pada laga pembuka harus mengakui keunggulan Korea Selatan dengan skor telak 0-3. Kini, dengan tambahan tiga poin, peluang Indonesia untuk melaju ke babak berikutnya masih terbuka lebar—tinggal menunggu hasil pertandingan lain di Grup B serta performa konsisten yang ditunjukkan para pemain.
Dengan semangat kebersamaan dan keberanian pelatih dalam melakukan rotasi, Timnas voli Indonesia menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar peserta, melainkan penantang serius di AVC Cup 2026. Publik tanah air pun kini menanti aksi berikutnya—akankah skuad Merah Putih mampu melangkah lebih jauh? Waktu yang akan menjawab.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi