Selasa, 26 Mei 2026, pukul : 09:40 WIB
Surabaya
--°C

Mengapa NPD Tak Suka di Rumah ?

KEMPALAN: Tentang NPD, ada yang menarik yang dibahas di akun TikTok ‘Elizabeth Hanna’. Ia memberi judul VT-nya (video TikToknya) : NPD Gak Betah di Rumah. Kenapa?

Lantas ia mengurai dengan deskripsi begini :

Kebiasaan ini bukanlah hal baru, tetapi sudah dibangun sejak lama.

Seseorang dengan kecenderungan NPD (Narcissistic Personality Disorder) sering merasa tidak betah di rumah, bukan karena “tidak suka rumah”, tapi karena ada kebutuhan psikologis yang tidak terpenuhi di dalamnya.

Beberapa alasan utamanya:

  1. Rumah tidak memberi “supply” yang cukup.

Orang dengan NPD sangat butuh validasi, pujian, dan pengakuan (sering disebut narcissistic supply). Di luar rumah—teman, pekerjaan, atau lingkungan sosial—mereka bisa mendapatkan perhatian dan kekaguman lebih. Di rumah, terutama dari pasangan yang sudah “melihat aslinya”, supply ini berkurang. Jadi mereka merasa tidak nyaman.

  1. Di rumah, topengnya sulit dipertahankan.

Di luar, mereka bisa tampil sempurna. Tapi di rumah, pasangan atau keluarga lebih tahu sisi asli mereka. Ini membuat mereka merasa “terancam” karena citra yang mereka bangun bisa runtuh.

  1. Menghindari tanggung jawab emosional.
BACA JUGA  Sidoarjo Memilih: Pesan Dingin Bupati Subandi di Tengah Hangatnya Pilkades Serentak 2026

Rumah itu tempat hubungan yang butuh empati, komunikasi, dan tanggung jawab. NPD cenderung lemah di empati. Jadi mereka sering menghindari kedekatan emosional yang dalam.

  1. Mudah bosan dan butuh stimulasi baru.

Mereka sering mencari hal baru: orang baru, perhatian baru, bahkan drama baru. Rutinitas rumah terasa membosankan bagi mereka.

  1. Kontrol lebih mudah di luar rumah.

Di luar, mereka bisa memilih siapa yang ingin mereka pengaruhi atau kontrol. Di rumah, terutama kalau pasangannya mulai sadar, kontrol itu bisa berkurang—dan itu membuat mereka tidak nyaman.

  1. Bisa jadi ada hubungan lain (triangulasi).

Dalam banyak kasus, mereka sengaja lebih sering di luar karena ada “supply lain” (orang ketiga) yang memberi validasi lebih besar.

Intinya: Masalahnya bukan pada rumah ataupun pasangan, tapi pada kebutuhan internal mereka yang tidak sehat dan tidak stabil.

BACA JUGA  Gerakan Rakyat Sulsel Bela Anies: Menyuarakan Keluhan Rakyat Bukan Tindakan Pesimistis!

*

Di kolom komentar, beberapa pendapat mengiyakan poin-poin yang dipaparkan akun ‘Elisabeth Hanna’, seperti yang disampaikan berikut ini.

Akun ‘@Pengamat Sementara 🤭’ :
“Benar, Kak. Saya mengalami itu🥺.”

Akun ‘@yams’ :
“Benar banget.”

“Ooo…baru paham saya,” tulis akun ‘@SSH71 SHOP’.

Lantas akun ‘@ariyani’ memberi kesaksian sedikit lebih panjang :
“Waktu aku masih sama suami, setiap malam dia selalu keluar. Sekarang aku pengen pisah. Sebab, dia bak tuan rumah, tidur enak di kamar, aku tidur di luar rumah. Padahal rumah yang bikin aku, di tanah ortuku. Dia gak keluarin uang sepeserpun.”

*

Pada VT-nya itu, ‘Elisabeth Hanna’ memberi penekanan (kepada “korban” NPD) :

Wujudkan dirimu yang mandiri, karena NPD tidak punya empati, terlebih saat kamu mulai menyadari untuk memberi batasan diri.

Maka, mulailah mencintai dirimu sendiri. (AM).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.