Febri dan Jenang Jawa

waktu baca 5 menit
Febri Diansyah, mantan jurubicara KPK (Foto: Twitter@febridiansyah)

KEMPALAN: DALAM pribahasa Jawa ada ungkapan ‘’milih jenang utawa jeneng’’, artinya ‘’memilih antara kue atau nama’’. Jenang adalah sejenis kue, dalam pribahasa ini menjadi lambang uang, kekayaan, dan kepangkatan. Jeneng dalam Bahasa Jawa artinya nama, dalam pribahasa ini berarti nama baik, kehormatan, dan reputasi.

Jenang dan jeneng seringkali menjadi pilihan yang dilematis dalam kehidupan. Ketika diperhadapkan pada dua pilihan itu seseorang akan mengalami kesulitan untuk memilih. Mereka yang mempunyai idealisme tinggi akan memilih jeneng. Tapi, mereka yang pragmatis dan oportunistis akan memilih jenang.

Pilihan dalam hidup seringkali tidak sesederhana itu. Pilihan hidup sering kali lebih complicated, serba ruwet, dan tidak clear cut, tidak jelas potongannya. Pilihan tidak selalu jelas antara hitam dan putih, tetapi lebih sering penuh dengan warna abu-abu.

Febri Diansyah ialah seorang lawyer muda yang mempunyai ‘’jeneng’’ yang bagus. Reputasi dan integritasnya terhadap profesi sudah diakui publik. Ia membangun jeneng itu ketika menjadi jurubicara KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di masa kepemipinan Agus Raharjo.

BACA JUGA: Syekh Qardawi

Ketika itu KPK mempunyai tim penyidik buser (buru sergap) kelas wahid di bawah Novel Baswedan, Harun Al-Rasyid, dan kawan-kawan. Febri Diansyah menjadi bagian dari the dream team KPK itu. Febri cool dalam menghadapi media dan selalu under control menghadapi setiap tekanan.

Ketika terjadi pemecatan terhadap Novel Baswedan dan kawan-kawan melalui tes wawasan kebangsaan yang penuh lucu-lucuan itu, Febri termasuk penentang keras. Ia kemudian memilih mengundurkan diri dari KPK. Keputusan Febri itu mendapat acungan jempol dari banyak pihak.

KPK sudah pernah punya jurubicara yang cool juga semasa dijabat oleh Johan Budi Prasetyo. Ia mempunyai latar belakang sebagai jurnalis, dan karena itu selalu merasa enjoy dan at ease, nyaman menghadapi media. Johan lulus dari KPK dan kemudian banting setir menjadi politisi. Ia direkrut oleh PDPI dan menjadi anggota DPR RI dari dapil Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *