Model ekonomi ini oleh pers disebut sebagai ‘’Reaganomics’’, yaitu kebijakan ekonomi yang keringanan pajak kepada orang-orang kaya yang menyebabkan jumlah orang kaya dan kekayaannya meningkat tajam. Di bagian lain kebijakan melahirkan penderitaan bagi orang-orang miskin. Masa-masa itu banyak sekali muncul pengangguran dan orang-orang yang homeless, tidak punya rumah, dan menjadi gelandangan.
Meski demikian, Reagan dan Thatcher dipuji karena mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil dan angka inflasi yang terkendali. Di Inggris, Thatcher menghadapi serangan gencar dari lawan-lawan politiknya, terutama Partai Buruh yang beraliran kiri. Tetapi, Thatcher dapat mempertahankan dirinya dengan kokoh dan bertahan menjadi perdana menteri selama 11 tahun, sebuah rekor terpanjang di abad ke-20.
BACA JUGA: Sanepa Anies
Sebagai politisi Konservatif Liz Truss mengidolakan Thatcher dan ingin meniru langkahnya. Ia setuju dengan kebijakan Menkeu Kwasi Kwarteng untuk memotong pajak bagi orang-orang kaya, dengan tujuan untuk menciptakan insentif yang bisa menghasilkan investasi yang mendorong munculnya lapangan kerja.
Tetapi efek yang terjadi tidak sama dengan era 1980-an. Ekonomi Inggris terpuruk dan mata uang pound sterling jatuh. Niat Liz Truss ingin meniru Thatcher untuk berkuasa selama 11 tahun ternyata hanya terealisasi selama 44 hari.
Truss tidak bisa melanjutkan kepemimpinan karena kehilangan dukungan dan kepercayaan publik. Standar moral dan etika di negara demokrasi liberal mengharuskan seorang pemimpin untuk mundur ketika mendapat tekanan publik.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi