Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 14:25 WIB
Surabaya
--°C

Blunder Anti Jokowi: Terjebak Skenario Lawan Lengserkan Prabowo, Gibran pun Jadi Presiden

Tanpa sadar mengikuti permainan, kemauan, atau skenario yang diatur oleh pihak lawan menyuarakan pemakzulan Prabowo. Tujuannya apa lagi kalau bukan Gibran Presiden.

Oleh: Tarmidzi Yusuf        

KEMPALAN: Terus terang. Terang terus. Bukan slogan sebuah merk lampu. Tapi ketidakmengertian penulis terhadap gerakan aktivis anti Jokowi (Joko Widodo) yang menyuarakan isu pemakzulan Prabowo Subianto. Bukan penulis tidak setuju.

Lebih kepada ketidakmengertian jalan aksi yang ditempuh para aktivis anti Jokowi karena pemakzulan Prabowo sama artinya memberikan karpet merah bagi Gibran Rakabuming Raka yang diserang habis-habisan oleh kelompok anti Jokowi, menjadi presiden menggantikan Prabowo.

Mau utak-atik konstitusi tetap saja bila presiden berhenti ditengah jalan. Otomatis wakil presiden menjadi presiden. Tidak ada celah Undang-undang pengganti Prabowo selain Gibran kecuali Gibran dilengserkan terlebih dahulu.

Tidak mungkin pula pemakzulan presiden dan wakil presiden melalui MPR. Pasca berlakunya UUD 2002 proses pemakzulan presiden dan wakil presiden hampir dapat dikatakan mustahil. Selain prosesnya panjang. Mayoritas ketua umum partai politik tersandera kasus dugaan korupsi.

BACA JUGA  Rafiq dan Masjid yang Hilang Adzan

Satu-satunya jalan pemakzulan presiden dan wakil presiden melalui parlemen jalanan. Mengulang sejarah 1998. Sayangnya, kelompok oposisi belum punya figur untuk memimpin reformasi seperti tahun 1998.

Di sinilah muncul kekhawatiran itu. Isu pemakzulan Prabowo ditunggangi oleh kekuatan politik yang punya uang dan jaringan kekuasaan.

Parahnya lagi. Gerakan anti Jokowi yang pada awalnya lantang menyuarakan pemakzulan Gibran bergeser menjadi pemakzulan Prabowo. Ada apa? Kecewa Prabowo. Pastilah. Isu gerakannya blunder.

Bagaimana mungkin kelompok yang dikenal anti Jokowi. Getol menggugat ijazah palsu Jokowi dan Gibran tidak tamat SMA. Tapi gerakannya justru akhirnya bisa menguntungkan Jokowi dan Gibran.

Sedangkan isu pemakzulan Gibran hilang oleh isu pemakzulan Prabowo. Benarkah kelompok anti Jokowi masuk jebakan batman dengan menyuarakan pemakzulan Prabowo?

BACA JUGA  Paradoks: Gelombang Kekecewaan Pengusaha Terhadap Prabowo – Gibran Meluas

Jebakan batman yang menggiring kelompok anti Jokowi kemudian menyuarakan pemakzulan Prabowo. Diorkestrasi operasi senyap melalui manuver loyalis Jokowi di kabinet Prabowo. Pembusukan dari dalam.

Lain ceritanya bila kelompok anti Jokowi menyuarakan pemakzulan Prabowo –Gibran. Presiden dan wakil presiden diturunkan dalam satu paket.

Kelompok anti Jokowi terjebak. Bermain isu digenderang yang ditabuh lawan. Menari-nari di atas panggung yang tanpa disadari diskenario lawan.

Tanpa sadar mengikuti permainan, kemauan, atau skenario yang diatur oleh pihak lawan menyuarakan pemakzulan Prabowo. Tujuannya apa lagi kalau bukan Gibran Presiden.

Mau? Naudzubillah tsumma naudzubillah.

*) Tarmidzi Yusuf, Kolumnis

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.