Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 05:07 WIB
Surabaya
--°C

”Liz Truss dan Iwan Bule”

Hal ini menunjukkan standar moral dan etika yang tinggi di negara liberal itu. Di Indonesia, tradisi itu tidak menjadi kode perilaku yang dipegang oleh para pemimpin. Banyak sekali pemimpin yang melakukan pelanggaran etika tapi masih ngotot mempertahankan kekuasaannya dengan berbagai cara.

Kasus ketua umum PSSI Mochamad Iriawan–yang menolak mundur dari jabatannya setelah tragedi Kanjuruhan–bisa menjadi contoh bagaimana standar moral dan etika kepemimpinan di Indonesia dibanding dengan Inggris dan negara-negara demokrasi liberal lainnya.

BACA JUGA: Perang Bintang

Para elite politik sering berlindung di balik alasan bahwa tradisi mengundurkan diri tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Bahkan ada yang mengutip pepatah Jawa ‘’tinggal glanggang colong playu’’, mengundurkan diri dari jabatan sama saja dengan menghindarkan diri dari tanggung jawab. Hal itu sama saja dengan lari meninggalkan gelanggang perang.

Penerapan pepatah itu salah kaprah, dan hanya dipakai sebagai alasan untuk mempertahankan kekuasaan saja. Tragedi Kanjuruhan menewaskan 133 orang dan ratusan orang luka-luka dan puluhan ribu mengalami trauma. Tetapi ketua umum PSSI merasa bahwa dia tidak perlu mengundurkan diri. Elite politik Indonesia yang sering membanggakan budaya yang adiluhung ternyata standar etikanya rendah dibanding standar moral dan etika Barat.

Penggunanan email pribadi untuk kepentingan urusan negara oleh Mendagri Suella Braverman adalah pelanggaran kecil dalam standar etika di Indonesia. Tetapi, di Inggris dan Amerika mencampuradukkan urusan private dengan urusan dinas adalah pelanggaran yang serius, yang bisa berakibat hukuman pidana. Itu sebabnya Braverman harus mundur.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.