Hal yang sama pernah dialami oleh Hillary Clinton pada kontestasi pemilihan presiden Amerika Serikat, 2016. Ketika itu Clinton berhadapan dengan Donald Trump. Kubu Trump membongkar kasus penggunaan email pribadi Hillary Clinton untuk kepentingan dinas semasa masih menjadi menteri luar negeri semasa kepresidenan Barrack Obama.
Email pribadi itu dipakai untuk mengirim data-data rahasia. Hal ini dianggap membahayakan keamanan negara, dan Hillary Clinton sampai harus diinterograsi oleh lembaga intelijen Amerika FBI. Kasus ini dieksploitasi habis-habisan oleh Trump. Dalam berbagai pidato kampanye Trump menyerang Clinton dengan tuduhan telah membahayakan keamanan negara dan Trump menyerukan supaya Clinton ditangkap dan dipenjara.
BACA JUGA: Ketika Polisi Seba ke Istana
Hilalry Clinton akhirnya kalah gegara ‘’kesalahan kecil’’ ini. Liz Truss juga harus membayar mahal dan mengubur mimpinya gegara ‘’kesalaha kecil’’ ini.
Standar moral dan etika yang sangat tinggi itu masih menjadi barang mewah dan langka di Indonesia. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi