PROBOLINGGO-KEMPALAN:Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono menegaskan bahwa pariwisata di Jatim siap dibuka. Hal itu disampaikan saat meninjau pelaksanaan vaksinasi dan membagikan bantuan sosial di Desa Ngadisari, Kec. Sukapura, Kab. Probolinggo, Jumat (24/9). Kegiatan ini merupakan rangkaian HUT Jawa Timur ke-76 pada 12 Oktober 2021 mendatang.
“Wisata Jatim siap dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat. Sesuai dengan arahan Ibu Gubernur, masyarakat agar tidak jumawa (sombong) dengan menurunnya jumlah angka kasus Covid-19 di Jawa Timur. Masyarakat harus tetap konsisten patuh terhadap protokol kesehatan,” kata Heru.
Kegiatan vaksinasi itu sendiri berjalan dengan baik dan menyeluruh. Khususnya bagi masyarakat di kawasan pariwisata Bromo Tengger Semeru (BTS). Hal ini dilakukan, pasca kawasan BTS akan kembali dibuka secara bertahap bagi para wisatawan.
Heru menyampaikan, pemenuhan vaksin di daerah juga menjadi hak immunity bagi masyarakat di kawasan Suku Tengger. Utamanya untuk masyarakat di kawasan pariwisata. Ini dilakukan agar masyarakat kembali beraktivitas dengan normal, sehingga ekonomi Jatim kembali bangkit.
Pada kesempatan tersebut, Heru didampingi Kalaksa BPBD Prov Jatim Budi Santosa, Kepala BAPPEDA Jatim M Yasin, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jatim Sinarto, serta Asisten II Sekertaris Kabupaten Probolinggo Hasyim Ashari. Mereka meninjau pelaksanaan vaksin bagi masyarakat yang dilakukan di Pendopo Agung Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura dan Balai Desa Ngadisari.
Selain vaksin untuk kalangan dewasa, kegiatan tersebut juga diikuti oleh anak-anak usia di atas 12 tahun.
“Kalau habis vaksin, meski sudah bisa kemana-kemana maskernya harus tetap dipakai sampai atas hidung,” pesan Heru Tjahjono kepada Radit, salah satu peserta vaksin anak yang berusia 12 tahun.
Kegiatan vaksin di Desa Ngadisari ini diikuti oleh puluhan masyarakat dosis pertama, dengan sasaran vaksinasi para Pedagang Kaki Lima (PKL), sebagian kecil warga Desa Wonokertol dan sekitarnya yang belum vaksin.
Termasuk para juru parkir dengan menggunakan vaksin Sinovac didukung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kab. Probolinggo dan Puskesmas setempat.
Usai meninjau vaksin, Plh Sekdaprov Jatim yang mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga melakukan penyerahan bantuan sosial. Diantaranya Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Program Desa Berdaya kepada Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, senilai Rp 100 Juta. Desa Ngadisari sendiri mendapatkan prestasi menyandang status ‘Desa Mandiri’.
Selain itu, bantuan juga diberikan kepada Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura terkait Program Jatim Puspa 2021 sejumlah Rp 109.750.000. Serta diberikan simbolis 10 Perwakilan warga kurang mampu di sekitar Kecamatan Sukapura sebanyak 1.100 sembako dan perwakilan penerima BLT Dana Desa Desa Wonotoro Kecamatan Sukapura. Termasuk Bantuan Barang (BB) senilai Rp 2.500.000 kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Jatim Puspa yang diwakilkan oleh 5 KPM dari Total 38 KPM di Desa Sapikerep.
Heru menyampaikan, bantuan-bantuan yang diberikan oleh Pemprov Jatim tersebut atas inisiasi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Sekaligus sebagai rangkaian memperingati HUT Jatim ke-76 tahun. Heru juga mengatakan, bersama dengan Pemkab Probolinggo, pihaknya memastikan pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat yang tinggal di kawasan pariwisata harus tuntas dilaksanakan.
“Masyarakat di sini vaksinasinya sudah tuntas 100 persen. Sesuai dengan pesan Ibu Gubernur, kami juga memastikan masyarakat yang divaksin ini juga harus langsung mengaktifkan aplikasi ‘Peduli Lindungi’. Itu adalah salah satu alat masuk mereka untuk bisa melakukan kegiatan kembali. Mau ke pasar, ke mall, ke area-area yang memungkinkan harus menggunakan aplikasi tersebut,” jelas Heru.
“Tidak hanya untuk orang dewasa, namun juga anak-anak usia 12 tahun pun kami juga pastikan sudah bisa mengakses Peduli Lindungi,” katanya. (Dwi Arifin)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi