Selasa, 12 Mei 2026, pukul : 17:39 WIB
Surabaya
--°C

Eliezer Doa Dulu, Lalu Tembak Mati Yosua

Tim peneliti psikologi, Maguen S, Metzler TJ, Litz BT, Seal KH, Knight SJ, dan Marmar CR, dalam karya mereka: “The Impact of Killing in War on Mental Health Symptoms and Related Functioning” (2009) menyatakan: Polisi atau tentara yang membunuh orang, pasti mengalami guncangan jiwa.

Disebutkan: “Psikologi menyakiti orang lain, atau mengambil nyawa orang dalam menjalankan tugas, adalah kompleks. Pasti berdampak pada beberapa aspek kehidupan individu penembaknya.”

BACA JUGA: Oala… KPK Sudah Mlipir Tertangkis Hukum Adat

Pembunuhan itu sendiri sudah berdampak psikologis pada pelaku. Ditambahi dampak lain, berupa: Kejadiannya dimuat di media massa, media sosial, diketahui masyarakat luas, diadili, dan dihukum. Ini dampak tambahan, dari dampak membunuh.

Maka, sekitar 87 persen pelaku kena (mengidap) Posttraumatic Stress Disorder (PTSD). Ini sakit jiwa tingkat menengah-ringan, yang jika tidak diterapi, bisa jadi gila beneran.

Gejala PTSD ada empat, berikut:

1) Ingatan pada peristiwa traumatis.

Pengidap PTSD sering teringat peristiwa yang membuatnya trauma. Bahkan, penderita merasa seakan mengulang kembali kejadian tersebut. Ingatan peristiwa traumatis juga sering kali hadir dalam mimpi buruk sehingga penderita tertekan secara emosional.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.