Sabtu, 11 Juli 2026, pukul : 19:02 WIB
Surabaya
--°C

Mr. Kiamat

KEMPALAN: MUNGKIN masih banyak yang ingat isu mengenai dunia akan kiamat pada 21-12-2012 atau 21 Desember 2012. Isu itu sempat membuat heboh dan panik karena ternyata banyak orang yang mempercayainya.

Isu itu berawal dari ramalan Suku Maya yang menyebut akan terjadi kiamat pada 21 Desember 2012. Ramalan kiamat ramai dibahas di berbagai media di berbagai belahan dunia. Hollywood memanfaatkan isu itu untuk membuat sebuah film berjudul ‘’2012’’ yang ternyata menjadi box office.

Kiamat itu akan terjadi dalam bentuk bencana alam yang dahsyat yang membawa kehancuran total, seperti gempa bumi, tsunami, hingga hujan meteor.

Respons warga dunia terhadap isu kiamat ini beragam. Banyak yang tak menghiraukan, namun banyak juga yang menggapnya serius. Di Malaysia ada seorang warga yang menimbun makanan, di Amerika ada sekolah yang meliburkan siswanya, di Belanda ada pria yang menyiapkan sekoci besar, di Meksiko orang berkumpul di reruntuhan situs Suku Maya, dan beberapa reaksi lainnya.

BACA JUGA  Pangilon 'Hisnindarsyah Dokter', Bukan Seberapa Banyak Isi Brankas

BACA JUGA: Sanepa Anies

Sekarang, 10 tahun berselang, isu kiamat itu muncul lagi. Kali ini lebih serius dan lebih ilmiah, karena didasarkan pada perhitungan mengenai kondisi ekonomi dunia. Kiamat baru kali ini bukan kiamat klenik ala ramalan Suku Maya, tetapi kiamat kali ini diramal oleh seorang profesor ahli ekonomi.

Profesor itu ialah Nouril Roubini yang dijuluki sebagai Mr. Kiamat. Roubini yang menjadi guru besar ekonomi di New York University menjadi salah satu ahli ekonomi top dunia yang paling diperhitungkan. Ia dijuluki Mr. Kiamat karena ramalan ekonominya menyatakan bahwa dunia akan kiamat akibat krisis ekonomi dahsyat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

BACA JUGA  Mengapa Penderita NPD Tidak Betah di Hubungan yang Nyaman

Mr. Kiamat memprediksi dunia tengah memasuki era baru krisis stagflasi hebat yang belum pernah ada sebelumnya. Pandangan Mr. Kiamat ini menjadi viral dan dibahas di seluruh dunia setelah ia menulisnya dalam artikel di di Majalah Time, dengan judul agak spektakuler “We’re Heading for a Stagflationary Crisis Unlike Anything We’ve Ever Seen“, Kita menuju kepada krisis stgaflasi yang tidak pernah kita temui sebelumnya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.