Sabtu, 18 April 2026, pukul : 03:23 WIB
Surabaya
--°C

Suharto, Tukang Becak Peraih Emas SEA Games Diangkat Khofifah Jadi Pegawai Bapenda

GRESIK-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan zakat produktif bagi para pelaku usaha ultra mikro di kawasan Kabupaten Gresik, Senin (17/10).

Penyerahan zakat produktif itu dilakukan di sela peresmian Kantor Bersama Samsat Gresik di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas  Kabupaten Gresik.

Salah satu penerima zakat produktif adalah Suharto, mantan atlet balap sepeda peraih medali emas pada SEA Games 1979. Sebelumnya, selama puluhan tahun Suharto menjalani profesi sebagai tukang becak merangkap pemulung.

Kini, mantan atlet nasional tersebut telah diangkat oleh Gubernur Khofifah sebagai pegawai di UPT Bapenda Gresik.

“Dua hari sebelum lebaran Idul Fitri Mei lalu saya keliling daerah. Sampai di Gresik sudah saat buka puasa. Saya berbagi makanan berbuka sembari bagi sembako untuk penarik becak,” tutur Khofifah yang diunggah dalam akun instagramnya.

“Saat itu diantara penarik becak ada yang angkat tangan bersuara lantang bahwa beliau pernah meraih medali emas pada SEA Games, serta medali perak open turnamen sepeda balap di Thailand dan China.  Namanya Suharto. Saat itu beliau penarik becak merangkap pemulung,” sambungnya.

Ketika ditanya nomor handphone-nya agar bisa berkoordinasi untuk tindak lanjut pemberian intervensi, Suharto menjawab bahwa ia tidak memiliki ponsel. Maka Khofifah meminta alamat dimana Suharto tinggal. Keesokan harinya dikirimkanlah ponsel untuk Suharto.

Gubernur Khofifah lantas segera meminta Kepala Bapenda Jatim untuk menindaklanjuti. Tak hanya diberi ponsel genggam, namun Khofifah juga memberi Suharto pekerjaan tetap yang lebih layak.

“Keesokan harinya beliau ditemui Kepala Bapenda dan diajak menjadi karyawan Bapenda di UPT Gresik. Alhamdulillah sampai saat ini beliau sehat,” tegas Khofifah.

Terhitung sejak bulan Mei tahun 2022, Suharto resmi diangkat untuk bekerja sebagai petugas keamanan di UPT Bapenda Gresik.

Seperti diketahui, Suharto sempat viral akibat kondisi hidupnya yang memprihatinkan. Pasalnya, prestasi Suharto saat muda begitu gemilang. Ada sederet prestasi yang telah ia torehkan sebagai atlet balap sepeda.

Di tahun 1976, Suharto diketahui meraih juara II perorangan dan beregu 2000 km di Thailand. Kemudian di tahun 1977 Suharto berhasil memecahkan  rekor PON Nasional untuk nomor nomor individual time trial (ITT) dan team pursuit.

Di tahun 1978 Suharto juga sempat mengikuti Olympiade di Montreal Jerman namun kurang beruntung dan tidak dapat nomor juara karena ia mengalami kecelakaan saat mengayuh sepeda di sana. Di tahun 1978 ia juga meraih juara III Open Turnanen di China, serta juara I di SEA Games Kualalumpur tahun 1979.

Namun, dengan prestasi segudang, di masa tuanya Suharto justru menghidupi keluarga dengan mengayuh becak, bahkan juga memulung  untuk mencari nafkah.

Suharto sempat menjadi tukang becak selama 20 tahun lalu. Tentu hal ini begitu kontras. Kondisi Suharto itulah yang membuat Gubernur Khofifah terenyuh sehingga diberikan perhatian.

Dalam kesempatan ini, Suharto turut menjadi penerima zakat produktif lantaran selain menjadi pegawai UPT Bapenda di Gresik, ia saat ini juga berjualan kopi di malam hari sebagai usaha menambah penghasilan.

“Kegigihan Pak Suharto layak untuk ditiru. Masa mudanya beliau sungguh gemilang prestasinya. Semoga kita semua dilimpahkan rizki yang lancar barokah oleh Allah SWT,” tutur Khofifah.

Dalam kesempatan itu, Suharto juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan testimoninya. Secara khusus Suharto menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Gubernur Khofifah.

“Terima kasih Ibu Gubernur. Alhamdulillah saat ini hidup saya jauh lebih baik. Ini semua berkat perhatian Ibu Gubernur,” tutur bapak tiga anak ini.

Ia menceritakan bahwa ia atlet balap sepeda yang berhasil mengibarkan merah putih di luar negeri. Namun ia menyatakan bahwa selama ini ia kurang mendapatkan perhatian.

“Maka saya pindah ke Gresik dan alhamdulillah bertemu dengan Ibu Gubernur Khofifah dan diberi pekerjaan di Bapenda. Terima kasih Bu Khofifah telah menyambung nyawa saya,” tegasnya.

“Sebelum kerja di Bapenda saya tukang becak, juga jadi pemulung cari rongsokan di jalan. Lalu ketemu ibu Gubernur saat membagi sembako, saya ceritakan prestasi saya. Saat ditanya nomor hp saya nggak punya, besoknya langsung dikirim hp. Selanjutnya diberi pekerjaan,” urainya.

Untuk itu ia mengucapkan banyak terima kasih pada Gubernur Khofifah atas semua perhatian yang diberikan. Menurutnya perhatian Gubernur Khofifah sangat berarti hingga mengubah taraf hidupnya dan keluarga.(Dwi Arifin)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.