Selasa, 21 April 2026, pukul : 18:41 WIB
Surabaya
--°C

Di Hadapan Mahasiswa UGM, Anies Paparkan Cara Atasi Macet Jakarta

JAKARTA–KEMPALAN: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyempatkan waktu menghadiri undangan silaturahmi dengan mahasiswa dan para dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kota Yogyakarta pada, Kamis 7 April 2022.

Dalam silaturahmi itu Anies diminta memberikan ceramah di Masjid Kampus UGM. Dalam ceramahnya Anies memaparkan soal perkembangan masyarakat di perkotaan, terkhusus di Jakarta dan Yogyakarta.

Dikatakan Anies, tahun 2021-2022 Kota Jakarta menghadapi masalah yang cukup kompleks, yakni peningkatan kendaraan bermotor lebih banyak dari jumlah penduduk di Jakarta, dimana jumlah kendaraan bermotor secara keseluruhan mencapai 16 juta unit, dan jumlah penduduk Jakarta hanya 11 juta jiwa. Hal ini, kata Anies sudah tentu membuat kemacetan dan kemampatan di Kota Jakarta.

“Kalau kita lihat kota seperti Jakarta satu tantangan terbesar adalah pergerakan penduduknya, Jakarta ini di secara resmi penduduknya 11 juta sekarang, tapi kendaraan bermotornya nomor dua di dunia, yakni 16 juta unit.  13 juta kendaraan bermotor dan 3 juta kendaraan roda empat,” kata Anies dalam ceramahnya yang dikutip KBA News dari Channel YouTube Masjid Kampus UGM.

Menurut Anies, jumlah kendaraan bermotor di kota dengan ukuran 600 milimeter atau 20 kali 30 milimeter itu dipastikan akan terjadi kemacetan parah. Olehnya itu, Pemerintah DKI Jakarta dituntut melakukan terobosan baru untuk menyelesaikan permasalahan kemacetan di Ibu Kota Negara Indonesia ini.

“Kira-kira yang terjadi, kemacetan kemampatan yang biasa kita saksikan di Jakarta. Karena itu satu hal pertama kami coba lakukan di Jakarta adalah mengurangi jumlah kendaraan pribadi, dan menambah jumlah kendaraan umum yang kita lakukan saat ini di Jakarta,” ucapnya.

Dijelaskan Anies, cara mengurangi kendaraan pribadi adalah dengan cara mengintegrasikan seluruh moda transportasi umum di Jakarta, agar masyarakat bisa beralih menggunakan kendaraan dan meninggalkan kendaraan pribadi.

“Apa yang dilakukan kita bangun yang namanya Jaklingko, satu sistem di mana seluruh transportasi umum digabungkan menjadi satu kesatuan, dan ada lebih dari 27 operator transportasi umum di Jakarta,” jelasnya.

Diungkapkan alumni UGM itu, tingginya kendaraan bermotor di Jakarta itu tidak berada di satu titik, tetapi juga ada tersebar di luar Jakarta. Bahkan, lanjut Anies di Yogya ada kendaraan dengan plat nomor polisi Jakarta dan masalah itu sering dikeluhkan Pemerintah setempat.

“Itu sebenarnya bukan di Jakarta tapi ada juga di Jogja. Di sini mahasiswa kalau ke Yogya tidak balik nama, plat nomornya masih menggunakan plat nomor Jakarta itu yang dikeluhkan juga oleh Pemkot Jogja karena yang rusak adalah jalannya Jogja, tapi menerima pajaknya kota kelahirannya (Jakarta),” ungkap Anies yang disambut suara tertawa.

“Makannya teman-teman sedikitlah simpati ke Yogya bayarlah pajak motornya di Yogya,” tutup Anies. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.