Dalam artikel itu, Mr. Kiamat mengatakan bahwa ekonomi telah teracuni oleh kombinasi antara pertumbuhan yang rendah dan inflasi yang tinggi, yang disebut sebagai stagflasi, yang membawa dunia pada kebangkrutan di mana-mana akibat gelontoran krisis finansial.
Argumen Mr. Kiamat berdasarkan pada gagasan bahwa saat ini dunia sedang memasuki era baru ekonomi global setelah era hiper-globalisasi, geopolitik yang relatif stabil, dan inovasi teknologi yang telah menjaga tingkat inflasi sejak era perang dingin.
BACA JUGA: Perang Bintang
Pendapat Mr. Kiamat ini sangat diperhitungkan karena ia memang beraliran ‘’ekonomi pesimis’’ dan reputasinya bukan kaleng-kaleng. Ia terkenal karena ramalannya yang jitu tentang krisis suprime mortgage di Amerika Serikat (AS) pada 2008, yang menjadi krisis global.
Ketika itu dia meramal bahwa perekonomian AS akan mengalami krisis akibat krisis perumahan pada 2006, ketika banyak bank investasi membuat prediksi ekonomi akan bullish alias membanteng. Istilah bullish dipakai untuk menggambarkan situasi ekonomi seperti ‘’bull’’ alias banteng, ketika orang beramai-ramai membeli aset karena mengharapkan harganya naik karena ditanduk oleh pasar.
BACA JUGA: Ketika Polisi Seba ke Istana
Ramalan Roubini benar-benar menjadi nyata. Dimulai oleh krisis pasar perumahan AS pada 2007 dan Bank Sentral AS tak mampu berbuat apa-apa sehingga meledak jadi krisis global 2008. Saat inipun ramalan kecil Mr. Kiamat soal resesi ekonomi AS yang diprediksi jauh hari juga terbukti nyata. Secara teknikal AS tahun ini sudah resesi, hanya saja belum secara formal, karena sektor lapangan pekerjaan masih kuat.
Penyebab stagflasi ini, menurut Mr. Kiamat, adalah populasi Amerika yang semakin menua sehingga tidak produktif. Hal ini diperburuk dengan banyaknya bencana akibat perubahan iklim, gangguan pasokan, proteksi dagang, atau tren ‘’pulang kampung’’ pembisnis global yang mulai menarik kembali investasinya ke negeri asal.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi