Senin, 1 Juni 2026, pukul : 18:54 WIB
Surabaya
--°C

Resmikan Graha Nusantara SMAN 2 Surabaya, Khofifah Ajak Generasi Muda Kuasai Applied Science

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan Graha Nusantara SMAN2 Surabaya, Senin (1/6). (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com)

SURABAYA-KEMPALAN:  Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Aula Graha Nusantara SMA Negeri 2 Surabaya (SMADA) di Jalan Wijaya Kusuma No. 48 Surabaya, Senin (1/6). Peresmian dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, yang menurut Khofifah menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai, Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno, Kepala SMAN 2 Surabaya Dra. Titik Hariani, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim yang juga merupakan alumni SMADA.

Selain meresmikan aula baru, Khofifah menyerahkan bantuan biaya pendidikan kepada 10 siswa prasejahtera berprestasi SMAN 2 Surabaya. Masing-masing siswa menerima bantuan sebesar Rp1 juta.

Ketua Ikatan Alumni (IKA) SMADA Surabaya Nora Lelyana menjelaskan, pembangunan Graha Nusantara memanfaatkan bangunan aula lama karena keterbatasan lahan sekolah. Aula tersebut memiliki kapasitas sekitar 400 orang.


“Semula hanya renovasi, tetapi kemudian berkembang menjadi pembangunan baru. Anggaran yang awalnya Rp1,7 miliar meningkat menjadi sekitar Rp3 miliar,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Khofifah mengatakan peresmian aula yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila menjadi momen yang sangat berkesan.

“Ketika berbicara tentang perekat keberagaman bangsa Indonesia, maka jawabannya adalah Pancasila. Hari ini menjadi momentum penguatan kita sebagai sebuah bangsa,” katanya.

BACA JUGA  Polsek Sedati Optimis Pengelolaan Lahan Jagung Mampu Optimalkan Swasembada Pangan

Khofifah menilai SMADA Surabaya memiliki kontribusi besar dalam melahirkan sumber daya manusia berkualitas yang berkiprah di berbagai bidang dan profesi.


Menurutnya, sekolah yang dahulu bernama HBS (Hoogere Burger School) itu memiliki sejarah panjang dan pernah menjadi tempat belajar Proklamator Kemerdekaan RI sekaligus Presiden pertama RI, Soekarno.

Ia juga menyebut sejumlah alumni SMADA yang kini menduduki posisi strategis, di antaranya Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo Prof. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Kepala BKD Jatim Indah Wahyuni, Direktur RS Menur Vitria Dewi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa, hingga Ketua KONI Jawa Timur M. Nabil.

Khofifah turut mengapresiasi para donatur yang telah membantu pembangunan Graha Nusantara. Ia juga mengumumkan rencana revitalisasi 15 ruang kelas di SMAN 2 Surabaya dengan dukungan anggaran Rp1,5 miliar dari Pemprov Jatim serta tambahan sekitar Rp781 juta dari pemerintah pusat.

“Ruang kelas adalah ruang untuk membangun harapan. Karena itu kualitas sarana pendidikan harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, khususnya di bidang applied science atau ilmu terapan.

Ia mengungkapkan saat ini banyak negara menawarkan program beasiswa bagi pelajar Indonesia, mulai dari China, Australia, India hingga Singapura. Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan global dan bonus demografi.

BACA JUGA  Bambang Haryo Sebut Kepuasan Jemaah Haji 2026 Jadi Cerminan Keberhasilan Pemerintah

Khofifah mencontohkan kerja sama pendidikan yang telah terjalin dengan King’s College London yang kini membuka program magister di Singosari, Malang, dengan fokus pada Digital Innovation dan Digital Economy.

“Program-program applied science menjadi bagian penting dalam memperkuat sektor-sektor yang memang kita butuhkan untuk masa depan,” katanya.

Selain itu, ia menyebut adanya peluang beasiswa penuh dari India di bidang industri chip serta program Rising Fellowship hasil kolaborasi antara Nanyang Technological University (NTU) dan LPDP.

Khofifah menegaskan bahwa penguatan SDM dan pendidikan menjadi prioritas utama Pemprov Jatim dalam menyongsong bonus demografi yang diperkirakan berakhir pada 2035 dan target Indonesia Emas 2045.

“SDM adalah kebutuhan utama bangsa ini. Karena itu pendidikan menjadi prioritas sangat utama bagi Jawa Timur,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan capaian membanggakan dunia pendidikan Jawa Timur. Pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, Jawa Timur kembali menjadi provinsi dengan jumlah siswa diterima perguruan tinggi negeri terbanyak di Indonesia untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut.

Mengakhiri sambutannya, Khofifah mengajak seluruh hadirin meresmikan Aula Graha Nusantara SMAN 2 Surabaya dengan mengucapkan basmalah.

“Semoga aula ini menjadi tempat lahirnya gagasan, gerakan, dan penguatan kebangsaan bagi generasi penerus bangsa,” harapnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.