Senin, 22 Juni 2026, pukul : 14:39 WIB
Surabaya
--°C

Sejarah Pusat Penampungan Pengungsi dan Pencari Suaka di Ter Apel Amsterdam Belanda

KEMPALAN: Lokasi ini dahulunya merupakan lokasi yang cantik dan terpencil sebelum tahun 1990 an. Ini menjadi keuntungan tersendiri dibidang pariwisata sebelum perang dingin berakhir di tahun 1990. Karena Ter Apel sangat dekat dengan perbatasan Jerman, maka sebuah depot NATO dibuka di sana pada tahun 1984, meskipun ada protes keras dari organisasi anti-perang di tempat tersebut. Entah bagaimana, pmerintah Belanda tetap membangun kantor NATO di Ter Apel ini awalnya. Dengan Apanya kantor depo ini, NATO dapat dengan mudah mengirim jalur pasokan militer ke Jerman jika Jerman atau Rusia menantang ambisi global NATO untuk zona militer dan perdagangan liberal-demokratis nya yang telah didirikan di Jerman Barat pada masa itu. Setelah berakhirnya era perang dingin menjelang tahun 1990, maka kompleks eks NATO ini di tutup serta di alih fungsikan sebagai pusat penampungan pencari suaka politik dan pengungsi perang yang terbesar di Eropa hingga saat ini.

Setelah dilakukan beberapa perubahan guna mengubah kesan eks markas militer, maka jadilah tempat tersebut menjadi tempat penampungan pencari suaka dan pengungsi di Ter Apel. Kompleks ini merupakan pusat penerimaan khusus kaum pencari perlindungan atau pengungsi perang dan pencari suaka internasional terbesar di Belanda, mungkin juga di seantero Eropa. Terletak di pedesaan bagian utara Amsterdam. Tempat tersebut dapat menampung hingga 2000 orang jika penuh. Pusat penerimaan penampungan dan perlindungan akibat perang serta situasi politik yang buruk di suatu negara ini berjarak dekat dari desa – desa sekitarnya. Karena itu tempat tersebut diberi pagar dan di perlakukan sebagai bagian komunitas desa independen yang menggabungkan akomodasi dengan fasilitas serta layanan, khusus bagi para mencari suaka yang ada disitu.

Ter Apel adalah tujuan pertama bagi warga negara asing yang mencari suaka di Belanda. Ini adalah lokasi penerimaan / penampungan pusat sementara bagi korban kebrutalan perang dan politik. Setelah melalui proses pemeriksaan dan prosedur administrasi yang ketat, mereka ditempatkan di tempat ini sementara waktu, sambil menunggu proses lebih lanjut. Di tempat ini terdapat tiga jenis fasilitas utama yang digabungkan menjadi satu kompleks, yaitu : zona tempat tinggal sementara yang terbuka untuk orang-orang yang baru tiba. Yang kedua adalah zona tertutup untuk orang-orang yang seorang dan telah menggunakan semua upaya hukum, namun gagal dan menunggu pemulangan ke negara asal. Dan yang ketiga merupakan zona area aman, khusus untuk anak-anak yang datang ke Belanda tanpa pendamping. Para pencari perlindungan tersebut tinggal di unit – unit perumahan layak yang memiliki delapan kamar tidur di tiap – tiap gedung. Tiap kamar berisi dua orang yang umumnya belum kenal satu sama lain, berasal dari negara yang berbeda dan akan tinggal disitu rata-rata tiga hingga empat minggu sebelum di pindah ke tempat lain sesuai prosedur. Pusat penerimaan di Ter Apel ini merupakan fasilitas penampungan sementara saja. Tempat ini dirancang khusus untuk orang-orang yang tidak berdokumen, korban perang, aktifis politik yang mengungsi dan mencari perlindungan di Belanda. Selain itu orang – orang tersebut akan dioptimalkan untuk mendapatkan pelatihan, pemanfaatan sumber daya serta keahlian kerja yang berkelanjutan. Terdapat banyak unit – unit gedung permanen di kompleks tersebut untuk kebutuhan mereka. Gedung – gedung itu digunakan untuk berbagai jenis kegiatan administrasi dan akomodasi, bergantung pada kebutuhan yang ada di saat itu.

BACA JUGA  Polsek Tarik Pantau Pertumbuhan Jagung untuk Program Ketahanan Pangan

Pusat penerimaan Ter Apel dirancang sebagai lingkungan bagi penghuni sementara, dan menggabungkan sistim perumahan dengan fasilitas sekolah, kesehatan, dan program olahraga serta yang lainnya.

Total terdapat 258 unit gedung besar dan kecil di lahan seluas sekitar 15 hektar serta dikelompokkan dalam delapan lingkungan yang tersusun di sekitar jalur taman pusat dan tempat fasilitas utama di kompleks tersebut. Perencanaan lingkungan yang jelas dan tertata rapi memungkinkan terjadinya orientasi alami di area yang asing bagi para penghuni asing yang baru tiba di desa tersebut. Elemen dan struktur spasial memandu para pencari suaka melalui ruang publik ke area komunal, dan dari tempat itu hingga menuju ke akomodasi khusus mereka untuk tujuan ber sosialisasi kelak.

Pintu masuk ke pusat dibuat dengan jalan hijau rerumputan yang tertata rapi dan asri. Jalan ini membentang di sepanjang pusat penerimaan menuju taman pusat. Sekolah taman kanak – kanak, sekolah dasar, dengan dunia internalnya yang aman dan khas, terletak tepat di belakang pusat penerimaan pengungsi. Tempat perlindungan komunitas yang aman ditujukan untuk mengenal sistem pendidikan dasar di Belanda serta tempat sosialisasi budaya lokal bertujuan untuk mendidik murid – murid harapan bangsa Belanda kelak melalui program naturalisasi yang berkelanjutan nantinya.

Taman pusat kompleks Ter Apel dikelilingi pusat komunitas, dipenuhi bermacam gedung layanan, pusat fasilitas hiburan, lapangan olahraga indoor maupun outdoor dan lapangan bermain anak – anak. Delapan lingkungan perumahan terletak di kedua sisi jalur hijau ini. Setiap lingkungan terhubung ke taman melalui sebuah alun-alun mini dengan fasilitas pavilliun, yang berfungsi sebagai penanda, tempat berkumpul, dan tempat pertemuan penghuni dari lintas bangsa dan negara.

BACA JUGA  Suroboyo Bus Diduga Terbakar di Raya Darmo, Ini Penjelasan Dishub!

Halaman depan di setiap lingkungan dirancang secara individual dan menggabungkan area untuk bersantai dan bersosialisasi plus fasilitas bermain untuk anak-anak. Bagian tengahnya dibuat lebih rendah untuk menciptakan privasi yang lebih besar di sekitar bangunan. Zona teras yang ditinggikan dan ditutupi dengan kanopi untuk penggunaan skala komunitas kecil.Semua unit perumahan dapat diakses, oleh siapapun yang telah terdaftar dan memiliki kunci masuk Lamar sendiri – sendiri di tempat tersebut,termasuk apartemen di lantai atas. Hal tersebut untuk mengaktifkan daerah zona depan agar susananya lebih hidup dan ramai serra untuk menciptakan kemiripan seolah sudah terbiasa dan telah terkesan telah tinggal di apartemen sebuah desa di Belanda yang tertata rapi.

Rumput – rumput yang terawat, jalan setapak yang ditata rapi, dan pepohonan rindang memberikan suasana nyaman untuk istirahat, dan diharapkan dapat mengurangi tingkat stress mereka akibat politik maupun perang yang serta kehilangan banyak hal dalam hidup mereka.

Pengembangan baru pusat penerimaan pencari suaka di Ter Apel direalisasikan dalam jangka waktu yang sangat singkat, sementara krisis pengungsi mencapai proporsi yang ekstrem di tahun – tahun awal pendirian kompleks ini. Terdapat delapan lingkungan di sbelah utara kompleks ini dengan 248 unit gedung, 8 fasilitas laundry, 2 kantor administrasi, pusat distribusi, pusat kesehatan, sekolah dasar, menengah dan atas plus 3 fasilitas kegiatan di siang hari. Tersedia pula pusat lowongan kerja internal, pusat suplai makanan, dan masih banyak lagi. Tempat itu semua pembangunannya direalisasikan dalam 24 bulan termasuk pembongkaran gedung yang lama dan tidak terpakai. Seluruh pembangunan infrastruktur tersebut ada yang berada dibawah tanah dan di atas tanah. Selain itu, pusat tersebut tetap beroperasi selama periode konstruksi berlangsung guna menghilangkan kesan eks kompleks militer NATO sebelumnya. Kini sudah slesai semuanya dan beroperasi dengan baik.

Ter Apel adalah pusat penerimaan sementara para pengungsi dan mencari perlindungan politik, yang bertujuan kemanusiaan jangka menengah dan panjang serta dilakukan dengan metode dan teknik berkelanjutan.Hal ini dicapai dengan menerapkan standar bermutu tinggi. Salah satunya dengan penggunaan energi matahari untuk semua gedungnya, dengan dipasangnya panel surya di semua atap, serta komponen bangunan prefabrikasi tingkat tinggi. Desain ini mencapai label penilaian energi A++++ alias berkualitas tinggi.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.