Selasa, 12 Mei 2026, pukul : 17:39 WIB
Surabaya
--°C

Eliezer Doa Dulu, Lalu Tembak Mati Yosua

Lantas, Sambo membuat rekayasa. Menembak-nembak dinding beberapa kali. Lalu, menempelkan pistol ke tangan Yosua. Mungkin, dengan maksud agar di gagang pistol ada sidik jari Yosua.

Tapi, soal doa Eliezer itu dipertanyakan jaksa di sidang. Tepatnya, jaksa membaca surat dakwaan.

Jaksa: “Saksi Richard Eliezer Pudihang Lumiu naik ke lantai dua, masuk ke kamar ajudan. Namun bukannya berpikir untuk mengurungkan dan menghindarkan diri dari rencana jahat tersebut, saksi Richard Eliezer justru melakukan ritual berdoa berdasarkan keyakinannya, meneguhkan kehendaknya sebelum melakukan perbuatan merampas nyawa Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat.”

BACA JUGA: Ijazah Palsu Jokowi dalam Teori Pental Equilibrium

Maksud jaksa, Eliezer malah meneguhkan niat membunuh dengan cara berdoa. Tafsir jaksa ini, unik juga.

Usai sidang, Pengacara Eliezer, Ronny Talapessy, ditanya wartawan, benarkah Eliezer berdoa untuk meneguhkan niatnya membunuh?

Ronny: “O, tidak begitu. Posisi klien kami ketakutan, karena tidak berani menolak perintah komandan. Ia berdoa agar penembakan tidak terjadi.”

Umpama beda pendapat jaksa-pengacara ini dilanjut, bisa masuk ranah SARA.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.