SIDOARJO-KEMPALAN : Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo resmi menginisiasi turnamen e-sports strategis guna menjaring bibit atlet potensial. Langkah kolaboratif yang dimotori oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) ini didesain khusus sebagai wadah pemanduan bakat (talent scouting) murni, bukan sekadar kompetisi rutin setingkat Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab). Turnamen ini diproyeksikan sebagai langkah awal menyaring atlet digital terbaik yang akan masuk ke dalam bank data resmi daerah, sebelum diterjunkan pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang.
Diselenggarakan di Transmart Sidoarjo pada Jumat (29/5/2026), ajang ini mempertemukan lebih dari 40 atlet e-sports potensial. Mereka bertanding dalam dua nomor permainan utama yang memiliki ekosistem kompetitif kuat di tingkat global, yaitu eFootball dan Mobile Legends: Bang Bang.

Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, yang membuka langsung turnamen tersebut, menegaskan bahwa e-sports kini telah bertransformasi melampaui batas hiburan rekreatif. Sektor ini telah menjelma menjadi industri kreatif bernilai tinggi sekaligus cabang olahraga prestasi yang menjanjikan bagi generasi muda.
“E-sports bukan sekadar hiburan. Ini adalah industri kreatif dan olahraga yang menjanjikan, sekaligus wadah bagi generasi muda untuk mengukir prestasi, menyalurkan bakat, dan mengembangkan kreativitas,” ujar Mimik.
Kendati demikian, ia tetap mengingatkan para atlet untuk menjaga keseimbangan hidup. “Harus tetap bijak membagi waktu. Boleh bermain, tetapi tahu batasan waktu dan tetap menjalankan kewajiban utama.
Mimik optimistis dari turnamen ini akan lahir talenta muda Sidoarjo yang memegang teguh prinsip sportivitas, profesionalitas, dan kejujuran.
Ia juga berharap momentum ini dimanfaatkan peserta untuk memperluas jejaring persahabatan serta memperkaya pengalaman bertanding di level kompetitif.
Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, Achmad Muzayyin Syafrial, menyoroti pergeseran paradigma digital di kalangan remaja. Menurutnya, dinamika gim daring saat ini telah bergeser menjadi arena kompetisi digital yang terstruktur dan diakui secara global.
“Tumbuh kembangnya bibit olahraga e-sports menunjukkan bahwa gim daring tidak lagi sebatas pengisi waktu luang. E-sports telah menjelma menjadi cabang olahraga mutakhir bagi anak muda untuk berkompetisi secara sehat di dunia digital,” kata Muzayyin.
Dari sisi teknis pembinaan, Kepala Disporapar Kabupaten Sidoarjo, Yudhi Irianto, menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari cetak biru (blueprint) penguatan ekosistem e-sports di Sidoarjo. Penjaringan melalui turnamen terbuka dinilai lebih efektif untuk melihat mental bertanding atlet di bawah tekanan, dibandingkan dengan format kompetisi multi-gim konvensional seperti Porkab.
“Kami berharap muncul atlet-atlet luar biasa dari Sidoarjo melalui jalur ini.
Disporapar bertugas menyiapkan wadah dan infrastruktur awal. Selanjutnya, organisasi cabang olahraga terkait yang akan menyaring, mengurasi, dan memasukkan mereka ke dalam bank data atlet. Data inilah yang menjadi rujukan utama untuk seleksi ketat menuju ajang regional seperti Kejurprov maupun Porprov Jawa Timur,” pungkas Yudhi.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi