SURABAYA-KEMPALAN: Klub Kutu Buku mengadakan diskusi buku Rabu (14/9) membahas kumpulan cerita pendek karya Umar Kayam ‘’Seribu Kunang-Kunang di Manhattan’’. Hadir sebagai pembicara utama Prof. Faruk guru besar sastra Universitas Gadjah Mada (UGM). Faruk dikenal sebagai akademisi yang mengenal dekat almarhum Umar Kayam.
Diskusi dipandu oleh moderator Natalia Soebagjo dan dihadiri oleh puluhan anggota Klub Kutu Buku. Selain Prof Faruk, hadir juga putri kandung Umar Kayam, Sita Aripurnami, dan adik kandung dan sekaligus literary agent Umar Kayam, Ontoseno ‘’Ciplok’’ Soekotjo.
Berbicara mengenai Kunang-Kunang, Faruk mengatakan bahwa masyarakat Indonesia dikenal sebagai ‘’Kangen society’’, selalu kangen pulang meskipun sudah bertahun-tahun tinggal di luar negeri. Karena masih suka kangen, maka pendar-pendar lampu di Manhattan diaggap sebagai kunang-kunang. Dalam cerpen itu terjadi dialog budaya antara timur dan barat, dari judul kunang-kunang di Manhattan sudah tercermin dialog barat dan timur itu.
BACA JUGA: Resensi Buku: The Love of Strangers
Selama ini banyak karya sastra yang menulis pengalaman luar negeri yang ditulis, misalnya Prof Budi Darma yang menulis ‘’Orang-Orang Bloomington’’ menceritakan pengalaman kesendirian alienasi, keterasingan, dan kesepian. Meski demikian, ada perbedaan cara penggambaran pengalaman tokoh antara Budi Darma dan Umar Kayam.
Pengamat Indonesia Ben Anderson mengatakan bahwa untuk mempelajari pembentukan sebuah bangsa harus membaca Pramoedya Ananta Toer melalui trilogi Pulau Buru. Salah satu peserta diskusi mengatakan bahwa untuk mengenal Jawa harus membaca Umar Kayam.
Menurut Prof. Faruk dalam proses pembentukan bangsa ada yang disebut sebagai ‘’Empty Time’’, waktu kosong, waktu seperti berhenti, orang di berbagai tempat melakukan hal yang sama dan hal itu tergambar dalam karya sastra seperti novel. ‘’Saya lihat yang paling kuat dalam pemnggambaran ini adalah Umar Kayam, ketika waktu berhenti dengan pembentukan bangsa, nation, lalu muncul imagined community. Orang disatukan dalam ruang yang berbeda, Kayam mengisi empty time itu dengan caranya sendiri.’’

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi