Kamis, 21 Mei 2026, pukul : 12:40 WIB
Surabaya
--°C

Resensi Buku: The Love of Strangers

Judul Buku: The Love of Strangers, What Six Muslim Students Learned In Jane Austen’s London
Penulis: Nile Green
Penerbit: Princeton University Press
Tahun Terbit: 2016
Jumlah Halaman: 388
Peresensi: Abdul Manaf Farid

KEMPALAN: Buku ini merupakan karya penulisnya, Nile Green yang ditulis dengan petunjuk buku harian seorang mahasiswa muslim yang tertinggal dan tersimpan rapi selama dua ratus tahun di Brick Lane, London. Buku harian itu adalah milik Mirza Salih yang datang ke London bersama lima mahasiswa lain untuk belajar pada tahun 1815 hingga 1819. Mirza Salih sendiri adalah seorang intelektual pengadilan dan reporter pertama di Iran yang kemudian mendirikan Kaqaz-e Axbar, salah satu koran berita yang beroperasi di bawah Dinasti Qajar Kekaisaran Persia.

Buku harian itu seraya seperti sebuah mesin waktu dari sebuah tinta dan kertas yang dicetak dan tersimpan rapi, namun tidak pernah diterjemahkan. Dalam buku ini sang penulis ingin menceritakan sisi lain dari bahaya Islamisme di Eropa, yaitu kisah persahabatan dan keterikatan pribadi yang ditemukan oleh penulis dalam buku harian yang terlupakan itu. Melalui pendahuluan buku ini, sang penulis berkata bahwa buku ini adalah tentang orang-orang yang hidup berdampingan, bergesekan, dan bahkan bergaul satu sama lain antara orang Eropa dan Muslim yang disatukan di London pada abad ke-19.

Buku ini tidak hanya sekedar menceritakan kisah kerja sama dan persahabatan antara “Islam dan Barat”, namun lebih menghadirkan potret intim dalam merekontruksi hubungan-hubungan yang tidak banyak diketahui antara pemerintahan Inggris dan dunia Islam dalam konteks yang lebih luas. Buku ini secara rinci menggambarkan proses hubungan sosial yang berkelanjutan antara seorang Muslim dan masyarakat Eropa Barat beserta ilmu pengetahuan mereka.

Tidak seperti pendahulunya di Eropa yaitu Askar Khan Afshar ke Paris pada 1808 dan Abu’l Hasan Khan ke London pada 1810, kunjungan Mirza Salih dan sahabatnya merupakan proses ekpedisi orang timur tengah yang paling luas dengan kehidupan intelektual bangsa eropa dan merupakan titik awal kontak pertama di era modern antara Muslim Iran dan Kristen Inggris.

Pada bab awal, akan diperkenalkan asal-muasal dan bagaimana enam mahasiswa itu sampai di Great Yarmouth, Inggris menggunakan kapal perang. Dalam buku ini juga dikisahkan romantisme masa lalu antara Kerajaan Inggris dengan Kekaisaran Persia di bawah dinasti Qajar. Inggris pada masa itu adalah Inggris di masa revolusi industri, awal ekpansi kerajaan, dan di tengah eksperimen sosial besar pluralisasi agama yang sedang dalam masa transformasi menjadi negara besar yang kita kenal sekarang. Sementara itu, Persia dalam buku ini adalah apa yang sekarang kita kenal dengan Iran pada masa lalu, yang sedang berjuang dan berperang dengan Kekaisaran Rusia hingga 1813.

Pada bab-bab awal hingga tengah diceritakan…

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.