Selasa, 19 Mei 2026, pukul : 21:11 WIB
Surabaya
--°C

Mo Salah Lagi-Lagi Tidak Jadi Starter di Liverpool FC

LIVERPOOL-KEMPALAN: Wide attacker Liverpool FC Mohamed Salah dipasang sebagai pengganti ketika tertahan 1-1 lawan Sunderland AFC di Anfield Stadium, Liverpool, Kamis (4/12).

Salah dimainkan ketika menit ke-46 sebagai pengganti Cody Gakpo. Sebelumnya, dia bahkan tidak dimainkan sama sekali ketika LFC membekuk West Ham United pekan lalu (30/11).

Media-media di Inggris pun sontak mengaitkan situasi Salah dengan pintu keluar dari AXA Training Centre (kamp latihan LFC). Kontrak Salah baru akan berakhir pada musim panas 2027 mendatang.

Dilansir dari laman AFP, kapten LFC Virgil van Dijk menyebut peran Salah sampai saat ini memang cukup menentukan di The Reds (julukan LFC). Namun, Van Dijk menyebut Salah bukan tidak tergantikan.

BACA JUGA: Mo Salah Bertahan di Liverpool, Bayarannya Bikin Takjub

’’Mo sudah memberikan kontribusi maksimalnya. Tetapi pelatih sudah membuat keputusan itu dalam dua laga terakhir. Kami semua menginginkan yang terbaik di klub ini,’’ kata Van Dijk.

’’Aku cukup yakin Mo akan tetap jadi bagian penting dari apa yang ingin dicapai, karena dia pemain yang luar biasa dan dia sudah menunjukkan secara konsisten di sini,’’ sambungnya.

Musim ini, laga kemarin jadi kali keempat Salah “menghilang” dari starting eleven LFC. Dua laga lainnya terjadi di fase League Liga Champions ketika dipecundangi Galatasaray SK (30/9) dan Eintracht Frankfurt (22/10).

Dilansir dari laman resmi klub, tactician LFC Arne Slot mengungkap bahwa Salah menerima keputusannya dengan baik. Dia menyebut Salah profesional menerima keputusan itu.

’’Semua pemain punya kesempatan untuk masuk sebagai starter. Mo jelas salah satunya. Ini hal yang bagus bagi pemain seperti Mo untuk duduk di bench. Kami tidak banyak bicara. Kami banyak berdiskusi setelah lawan Frankfurt. Kini tidak sebanyak itu,’’ beber Slot.

Musim ini, bomber timnas Mesir tersebut sudah bermain dalam 19 laga. Dia pun mampu mencatatkan lima gol dan tiga kali assist di semua ajang. Terakhir, Salah mencetak gol bagi LFC pada 1 Nopember lalu. Yaitu ketika LFC menang 2-0 lawan Aston Villa. (YMP)

Tuntaskan IJG 2025, Reyna Delisa “Naik Kelas” di IJG 2026

SURABAYA-KEMPALAN: Pegolf cilik Reyna Delisa Mulku Zahari menyudahi seri terakhir Indonesian Junior Golf (IJG) tahun ini dengan manis. Pada IJG Challenge 45 di Pakuwon Golf & Family Club, Surabaya, Minggu lalu (30/11), Reyna sukses jadi pemenang.

Pegolf yang baru berusia delapan tahun tersebut memenangi kelas U9 Mixed. Dia mencatatkan 66 pukulan. Siswi kelas 2 SD Islam Al Azhar itu pun menggungguli ketujuh pegolf cilik yang bersaing di kelas sama dengannya.

Reyna Delisa Mulku Zahari. (Foto: Istimewa)

Bagi Reyna, ini jadi kali keenam dia memenangi series IJG sepanjang 2025. Reyna juga lima kali jadi runner up. Dia hanya sekali menduduki peringkat ketiga dalam series IJG pada 2025.

Tahun depan, Reyna sudah tidak lagi bersaing di kelas E. Ketika usianya beranjak ke 9 tahun pada Maret 2026, putri dari pasangan Achmad Sumartoni Mulku Zahri dan Fally Novina Rose tersebut akan naik ke kelas D.

BACA JUGA: Mulai Tahun Ini, IJG di Jatim Perkenalkan Piala Bergilir

’’Saya akan terus berlatih dan berlatih,’’ sebut Reyna tentang cara meningkatkan kemampuannya sebelum “naik kelas” tahun depan. Dia pun mengungkap kunci di 2025 ini mampu berprestasi.

’’Disiplin berlatih dan menerapkan yang diajarkan coach. Tentunya mencintai apa yang dilakukan. Golf. Yang terpenting dukungan dari sekolah yang memberi ijin saat Reyna ada jadwal latihan dan turnamen,’’ sambungnya.

Reyna Delisa Mulku Zahari saat melakukan pukulan. (Foto: Istimewa)

Konsistensi dalam latihan pun tetap dia jaga. Selain itu, dia juga disiplin di dalam menerapkan apa yang diajarkan pelatihnya. Semua itu mampu dia aplikaskan di lapangan.

Sekadar diketahui, Reyna dilatih tiga pelatih yang berbeda. Ketiga pelatih Reyna itu memiliki tugas yang berbeda-beda. Tetapi, tujuannya tetap sama: membentuk karakter permainan Reyna.

Ketiga pelatih Reyna tersebut antara lain Phil Moore, Hubbie Thenufijaya Untung, dan Ahmad Faisal. Masing-masing pelatih itu mempunyai karakter yang berbeda-beda. Pengaruhnya juga besar.

Reyna menyebut, yang diajarkan oleh Coach Phil tidak ada di Coach Hubbie. Yang diajarkan Phil-Hubbie dilengkapi materi short game dari Coach Faisal. ’’Sangat memengaruhi tingkat kepercayaan diri ketika bermain di lapangan,’’ tegas Reyna. (YMP)

Puluhan pegolf cilik peserta Indonesian Junior Golf (IJG) Challenge 45 yang berfoto di putting green Pakuwon Golf & Family Club, Surabaya, Minggu (30/11). (Foto: Istimewa)

Gol Mbappe Dianulir dan Pelanggaran Rodrygo Tidak Dihadiahi Penalti, Begini Keluhan Pelatih Real Madrid

GIRONA-KEMPALAN: Real Madrid gagal memanfaatkan selisih dua poinnya dari FC Barcelona sebagai pemuncak klasemen sementara Liga Spanyol. Bertanding di Estadio Montilivi, Girona, Real ditahan Girona FC 1-1.

Los Merengues (julukan Real) bahkan harus tertinggal terlebih dahulu lewat gol dari Azzedine Ounahi pada menit ke-45. Real baru bisa menyamakan kedudukan di menit ke-67 lewat gol penalti Kylian Mbappe.

Harusnya, Real bisa memenangi laga tersebut andaikan mampu mencetak gol di menit ke-40 melalui Mbappe. Sayangnya, gol pemain berjuluk Donatello tersebut dianulir karena dianggap terjadi handball dulu.

Salah satu yang paling disoroti adalah tidak diberikannya hadiah penalti setelah bomber Real Rodrygo Goes dijatuhkan. Andai dua kejadian tersebut dilihat oleh pengadil, maka bisa jadi Real mendapatkan dua gol.

BACA JUGA: Kunci Real Madrid Menangi Trofi Liga Champions ke-15

Entrenador Real Xabi Alonso pun turut mengomentari keputusan wasit dan VAR dalam dua kejadian tersebut. ’’Yang paling terkejut ketika VAR tidak melihatnya (pelanggaran ke Rodrygo),’’ sebut Xabi, dilansir dari laman Diario Marca.

’’Seharusnya itu adalah permainan yang harus dilihat. Sebab, itu adalah kejadian yang dapat mengubah jalannya permainan. Aku memang tidak melihatnya, tetapi aku sudah diberitahu bahwa ada kontak,’’ sambung La Barba Roja (julukan Xabi).

Dilansir dari surat kabar Mundo Deportivo, wasit Ricardo de Burgos bertanya ke wasit VAR Juan Luis Pulido Santana terlebih dahulu tentang kejadian handsball itu.

Santana pun menyebut keputusan Burgos sudah tepat. ’’Aku sarankan supaya dia (Burgos) meninjau kembali potensi terjadinya handball tersebut,’’ sebut Santana dalam pengakuannya.

Santana menyebut, dia benar-benar melihat tangan Donatello (julukan Mbappe) menyentuh bola. ’’Ya benar. Benar jika aku menganulir gol tersebut karena telah terjadi handball,’’ kata Burgos kemudian.

Keputusan wasit menganulir gol Mbappe tersebut dianggap sudah sesuai dengan Peraturan Pasal 12 Dewan Internasional (IFAB) tentang handball. Dalam aturan itu menegaskan bahwa gol dianggap handball saat masuk ke gawang lawan. Baik secara langsung atau dengan lengan. (YMP)

Gagal Menang dalam Setahun Pertamanya di United, Begini Kata Amorim

MANCHESTER-KEMPALAN: Pelatih Manchester United Ruben Amorim setahun melatih klub berjuluk The Red Devils tersebut, Selasa dini hari WIB (25/11). Tim tersebut menjamu Everton dalam lanjutan Liga Primer Inggris.

Sayangnya, Amorim gagal memberikan pesta kemenangan pada anniversary-nya tersebut. United malah menelan kekalahan 0-1 dari klub berjuluk The Toffees itu. Padahal, Everton sudah bermain sejak menit ke-13.

Itu setelah gelandang Idrissa Gueye menerima kartu merah langsung wasit. Yang unik, wasit mengusirnya setelah Gueye menampar Michael Keane yang notebene rekan seklubnya.

Meskipun melawan 10 pemain, United tetap gagal menjebol gawang Everton. Di menit ke-29, Everton malah yang menciptakan satu-satunya gol kemenangan via Kiernan Dwesbury-Hall.

Kekalahan itu menjadikan Amorim sebagai pelatih dengan persentase menang di laga setahunnya bersama United paling rendah. Hanya 38,18 persentase menang yang mampu dicatatkan Amorim selama setahun.

BACA JUGA: Taktiknya Sudah Gagal, Tapi Amorim Ogah Berbenah Malah Minta Ini ke Petinggi United

Dari 55 pertandingan, hanya 21 laga yang mampu dimenangi pelatih Portugal itu di semua ajang. Persentase menang terendah pelatih-pelatih United pasca era Sir Alex Ferguson.

Berbicara kepada MUTV, Amorim menakutkan sesuatu akan terjadi setelah gagal memenangi laga anniversary-nya itu. ’’Aku takut tim ini kembali seperti di musim lalu (sebelum kedatangan Amorim),’’ katanya.

’’Kita perlu bekerja sama dan kita perlu menjadi lebih baik lagi,’’ tambah mantan pelatih Sporting CP tersebut. Gara-gara kekalahan tersebut, tekanan kepada sang pelatih agar meninggalkan jabatannya sebagai pelatih United pun semakin besar.

Dilansir dari laman Goal, bek tengah Matthijs De Ligt mengungkap bahwa United gagal menerapkan taktik serangan mengandalkan bola-bola atas. ’’Mereka punya kelebihan dari duel-duel udara, sementara kami tidak punya pemain yang punya kelebihan di situ,’’ sebut De Ligt.

’’Kami pada dasarnya bermain dengan zona yang jadi kekuatan mereka. Itu yang jadi aspek utamanya (di balik kekalahan tersebut). Meski begitu, kami tetap akan melihat ke diri kami sendiri, kami yang bermain buruk,’’ sambung pemain timnas Belanda tersebut.

Dengan kekalahan tersebut United gagal menembus posisi lima besar. Sebaliknya United terlempar ke peringkat kesepuluh pada klasemen sementara Liga Primer Inggris. (YMP)

Jalani Playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona UEFA, Ini Negara yang Jadi Lawan Italia

ZURICH-KEMPALAN: Rute Italia menuju ke Piala Dunia 2026 sudah diketahui. Di dalam pengundian yang berlangsung di kantor pusat FIFA di Zurich, Swiss, Kamis malam WIB (20/11),

Dalam pengundian tersebut, tim yang berjuluk Gli Azzurri tersebut berhadapan dengan Irlandia Utara. Laga tersebut akan berlangsung pada 27 Maret 2026 mendatang.

Andaikan sukses mengalahkan Irlandia Utara, maka Italia harus bertemu Wales atau Bosnia and Herzegovina untuk memperebutkan tiket lolos Piala Dunia dari Path A

Bagi Gianluigi Donnarumma dkk, mereka punya rekor bagus lawan Irlandia Utara dalam semua ajang. Dalam delapan kali pertemuan, hanya sekali Italia tumbang di tangan Irlandia Utara.

BACA JUGA: Tanjung Verde Melaju ke Piala Dunia Berkat Pemain Diaspora

Satu-satunya kekalahan Italia tersebut sudah terjadi sejak 16 Januari 1958 silam. Yaitu dalam kualifikasi Piala Dunia 1958. Saat itu Italia harus takluk 1-2 di tangan Irlandia Utara.

Kali terakhir kedua negara tersebut bertemu dalam kualifikasi Piala Dunia 2022. Ketika itu Italia tertahan tanpa gol dalam laga yang berlangsung di Windsor Park, Belfast.

Berbicara kepada Rai Sport, allenatore Italia Gennaro Gattuso menganggap lawan yang mereka hadapi dalam playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 zona UEFA kali ini masih dalam jangkauan mereka.

’’Mereka bukan lawan yang berat bagi kami,’’ klaim Ringhio Starr (julukannya), di dalam wawancara setelah proses pengundian. Rencananya, persiapan untuk fase ini dimulai Januari mendatang.

Gattuso pun membahas faktor mental anak asuhnya setelah gagal menyegel tiket lolos langsung ke Piala Dunia 2026. Terutama setelah dipecundangi Norwegia 1-4 pada matchday terakhir.

’’Sekarang aku ingin meninggalkan pemain-pemainku sendiri. Kami harus pulih dari rasa malu di San Siro pada hari Minggu ini,’’ sambung mantan allenatore SSC Napoli itu. (YMP)

Bagan Playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona UEFA

Path A

Semifinal

Wales vs Bosnia and Herzegovina (27 Maret 2026)

Italia vs Irlandia Utara (27 Maret 2026)

Final

1 April 2026

Path B

Semifinal

Ukraina vs Swedia (27 Maret 2026)

Polandia vs Albania (27 Maret 2026)

Final

1 April 2026

Path C

Semifinal

Slovakia vs Kosovo (27 Maret 2026)

Turki vs Rumania (27 Maret 2026)

Final

1 April 2026

Path D

Semifinal

Rep Ceko vs Rep Irlandia (27 Maret 2026)

Denmark vs Makedonia Utara (27 Maret 2026)

Final 1 April 2026

Haiti yang ke Piala Dunia Meski Tidak Pernah Pulang ke “Rumah”

WILLEMSTADT-KEMPALAN: Di antara negara-negara yang sudah lolos ke Piala Dunia 2026, ada Haiti sebagai salah satu wakil Konfederasi Amerika Tengah, atau CONCACAF.

Haiti lolos sebagai tim juara Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONCACAF. Kepastian tersebut didapatkan Haiti setelah mempecundangi Nikaragua 2-0 pada matchday terakhir, Rabu WIB (19/11).

Bagi Haiti, ini kali kedua mereka lolos ke Piala Dunia setelah terakhir merasakan atmosfer Piala Dunia pada edisi 1974 di Jerman Barat. Ketika itu, Haiti hanya bisa bertahan sampai fase grup.

BACA JUGA: Tanjung Verde Melaju ke Piala Dunia Berkat Pemain Diaspora

Yang unik di balik kelolosan Haiti kali ini adalah mereka sama sekali tidak pernah memainkan kualifikasi Piala Dunia di depan publiknya sendiri di Haiti. Karena, di Haiti situasi keamanannya tidak memungkinkan untuk menggelar laga kualifikasi Piala Dunia.

Les Grenadiers (julukan timnas Haiti) melakoni semua laga kandangnya bukan di Stade Sylvio Cator, Port-au-Prince. Akan tetapi, bermain di Ergilio Hato Stadium, Willemstadt. Sekadar diketahui, itu stadion markas timnas Curacao.

Bahkan, pelatih timnas Haiti Sebastien Migne pun mengaku tidak pernah datang ke negara yang dia latih tersebut sejak kali pertama dia menukangi timnas Haiti, tahun lalu.

’’Itu mustahil (datang ke Haiti) karena terlalu berbahaya,’’ ucap Migne, dilansir di laman BBC Sport. Sebelumnya, Migne merupakan asisten pelatih timnas Kamerun pada Piala Dunia 2022.

’’Aku biasanya tinggal di negara tempatku bekerja. Tapi saat ini (sebagai tactician Haiti) aku tidak pernah ke sana (Haiti). Tidak ada lagi penerbangan internasional ke sana,’’ sambung Migne.

Kelolosan Haiti pun hanya dapat disaksikan orang-orang Haiti yang tinggalnya di luar Haiti. Termasuk di Curacao. Salah satunya Dr Joseph Durandis, orang Haiti di South Florida.

’’Apakah kalian memercayainya? Negara yang sudah seperti neraka itu sekarang akan kembali ke pentas sepak bola internasional selevel Piala Dunia. Usai semua kejadian, Haiti kembali ke Piala Dunia,’’ kata Durandis, dilansir dari laman Miami Herald.

’’Setelah 52 tahun, akhirnya kami kembali!’’ tegas Durandis. (YMP)

Metro Golf League 2025 Ditutup dengan Daffa Sebagai Juara

SURABAYA-KEMPALAN—Rangkaian Metro Golf League (MGL) 2025 telah berakhir pada Minggu lalu (9/11), di Taman Dayu Golf Club & Resort, Pasuruan. Daffa Putra Hardian jadi pemenangnya.

Daffa menyabet gelar Top Gross Men A dengan mencatatkan gross 72. Dia pun mengungguli Devis Soetrisno dan Rizkika Atmadha yang sama-sama berhasil mencatatkan gross 73.

Series penutup itu merupakan series ketujuh. Termasuk dari tujuh series itu, MGL juga melakoni satu series lain dalam turnamen anniversary ke-25 Metro Golf Club Surabaya, 4 Oktober lalu.  

Daffa Putra Hardian (paling kiri) yang memenangi Metro Golf League (MGL) 2025. (Foto: Istimewa)
Daffa Putra Hardian (paling kiri) yang memenangi Metro Golf League (MGL) 2025. (Foto: Istimewa)

Ketua Metro Golf Club Surabaya Vincensius Jonan menilai antusiasme para pegolf mengikuti MGL edisi pertama ini cukup tinggi. Pegolf pesertanya pun telah menyukai sistem permainan yang dipakai.

Bukan lagi dengan sistem 36 seperti yang biasa dipakai di dalam turnamen golf. Melainkan sistem stroke play. ’’Pegolf lebih menyukainya (stroke play),’’ ucap Jonan.

BACA JUGA: Keren! Kota Surabaya Akhirnya Punya Liga Golf yang Menerapkan Aturan Internasional

Menurut Jonan dengan menggunakan sistem stroke play, tujuan digelarnya MGL ini dapat tercapai. Yaitu mengembalikan permainan golf sesuai dengan rules yang berlaku.

Sebelum kembali menggelar ajang serupa tahun depan, evaluasi akan tetap diambil pihaknya. Harapannya, MGL tahun depan sudah lebih sempurna di segala aspek.

Terpisah, sebagai salah satu pihak yang menginisiasi digelarnya MGL ini, Terence Wibowo selaku owner Golf Armour Indonesia menyebut upaya mengembalikan golf sesuai rules dalam MGL edisi pertama masih dalam tahap sosialisasi.

Owner Golf Armour Indonesia Terence Wibowo (dua dari kiri) yang turut berkompetisi dalam Metro Golf League (MGL) 2025. (Foto: Istimewa)
Owner Golf Armour Indonesia Terence Wibowo (dua dari kiri) yang turut berkompetisi dalam Metro Golf League (MGL) 2025. (Foto: Istimewa)

Apalagi, sekitar 80 persen peserta MGL juga masih belum lulus level 1 R&A. ’’Tapi pada tahun depan MGL akan dibuat lebih disiplin turnamennya. Kompetisi bakal lebih ditekankan, lebih dari sekadar golf bareng dan pesta,’’ kata Terence. (YMP)

Bambang Haryo Tegaskan Komitmen Perkuat MTI sebagai Ketua Dewan Pembina 2025–2028

BATAM — Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol. menegaskan komitmennya usai ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pembina Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) periode 2025–2028 dalam Kongres MTI ke-X di Batam. Acara tersebut turut dihadiri Mantan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono serta Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang secara resmi membuka Kongres X MTI.

“Banyak sekali kemajuan yang telah dicapai MTI. Saya mengapresiasi kepemimpinan Mas Tory Damantoro dan seluruh Ketua Wilayah yang telah membawa organisasi ini berkembang pesat,” ujar Bambang Haryo.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Prof. Agus Taufik Mulyono (ATM) atas kepercayaan yang diberikan. “Terima kasih kepada Prof. Agus Taufik Mulyono yang telah mempercayakan saya sebagai Ketua Dewan Pembina MTI. Ini adalah amanah yang harus saya jaga, dan saya akan mengupayakan agar MTI semakin memiliki legitimasi yang kuat di tingkat nasional.”

Dalam pesannya kepada Ketua Umum MTI yang baru, Bambang Haryo menekankan pentingnya menjadikan MTI sebagai rujukan masyarakat dalam menyuarakan aspirasi transportasi.

“Ketua MTI ke depan harus benar-benar menjadikan MTI sebagai acuan masyarakat, terutama terkait transportasi yang aman, cepat, dan selamat,” tegasnya.

Ia juga menekankan perlunya melibatkan pelaku transportasi lapangan. “MTI perlu melibatkan asosiasi pengemudi, pilot, dan nahkoda karena merekalah yang paling menentukan keselamatan transportasi dan memahami kendala teknis serta keluhan konsumen. Hal-hal ini harus diakomodasi,” ujarnya.

Selain itu, sinergi dengan asosiasi dunia usaha juga dinilai penting untuk memperkuat ekosistem transportasi nasional yang lebih efisien dan berdaya saing.

Pernyataan tersebut menandai langkah Bambang Haryo dalam memperkuat MTI sebagai lembaga strategis di sektor transportasi Indonesia.

Kartu Merah Pertama Ronaldo Warnai Kekalahan Portugal atas Irlandia

DUBLIN-KEMPALAN: Karier Cristiano Ronaldo di timnas Portugal tercoreng di Aviva Stadium, Dublin. Ronaldo tidak hanya gagal menyelamatkan Portugal dari kekalahan 0-2 atas tuan rumah Republik Irlandia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026, Jumat dini hari WIB (14/11).

CR7 juga menuliskan noda buruk pertamanya sebagai kapten Selecao das Quinas (julukan timnas Portugal). Untuk kali pertama dalam kariernya bersama timnas, CR7 mendapatkan kartu merah.

Dia menerima kartu merah setelah pada menit ke-59 setelah menyikut pemain Irlandia Dara O’Shea. Awalnya dia menerima kartu kuning. Tapi, wasit mengubah keputusannya setelah melihat rekaman VAR.

Bagi CR7, ini kartu merah pertamanya bersama timnas Portugal setelah melakoni 226 pertandingan. Kartu merah itu menyulitkan Portugal mengejar ketinggalan dua gol Irlandia yang dicetak Troy Parrott pada menit ke-17 dan 45.

BACA JUGA: Cristiano Ronaldo Catatkan Rekor Baru Lagi

Gelandang Portugal Ruben Neves mengakui, tidak mudah bermain sepuluh orang ketika mengalami ketinggalan dua gol. ’’Seharusnya itu tidak terjadi,’’ keluhnya di dalam wawancara dengan Canal 11.

’’Pertandigan yang buruk dari segala aspek. Baik secara ofensif ataupun defensif. Kami mengalami kesulitan menyerang, seperti yang pernah kami alami melawan tim ini di kandang kami sendiri,’’ terang Neves.

Kartu merah tersebut ada kaitannya dengan pelatih Irlandia Heimir Hallgrimsson yang sudah meminta wasit mengecek VAR setelah sempat memberi kartu kuning kepada CR7.

Dilansir dari laman A Bola, Hallgrimsson mengaku mendapatkan pujian dari CR7 setelah menerima kartu merah. Tentunya itu pujian yang sarkas. Meski demikian, Hallgrimsson merasa tindakannya tidak salah.

’’Tindakannyalah (CR7) yang mengakibatkan kartu merah. Tidak ada kaitannya denganku. Kecuali aku yang sudah membuatnya marah,’’ tutur Hallgrimsson saat konferensi pers setelah laga.

Lucunya, kartu merah tersebut seperti menjawab kekhawatiran CR7 saat jelang laga. Mantan bomber Manchester United dan Real Madrid itu sempat menuding Hallgrimsson sebagai pelatih yang pandai dalam menekan wasit.

Terlepas dari itu, upaya Portugal untuk melangkah ke Piala Dunia 2026 takkan bisa didampingi CR7. Dalam laga berikutnya, skuad asuhan Roberto Martinez itu menjamu Armenia di Estadio do Dragao, Porto, Minggu malam WIB (16/11). (YMP)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.