SURABAYA -KEMPALAN: Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali membuktikan komitmennya dalam mentransformasi ruang kelas menjadi laboratorium industri nyata. Melalui program studi Ilmu Keolahragaan (IKOR), mahasiswa angkatan 2025 tidak hanya dijejali teori akademis, melainkan langsung diterjunkan untuk mengelola industri kompetisi olahraga secara komprehensif.

Manifestasi nyata edukasi berbasis praktik ini mewujud dalam gelaran turnamen sepakbola “Ikor Unesa FC Fitness Football Cup I 2026”. Kompetisi yang mengusung sistem setengah kompetisi ini berlangsung di Lapangan Sepakbola UNESA pada 5-7 dan 13 Mei 2026. Mahasiswa dituntut mampu mengeksplorasi seluruh dimensi manajemen olahraga, mulai dari perencanaan, penyusunan jadwal, negosiasi sponsor, korespondensi tim, manajemen pengadaaan venue, hingga tata kelola finansial yang akuntabel.

Dosen Pengampu Mata Kuliah, Mokhammad Nur Bawono, S.Or., M.Kes., menegaskan bahwa kurikulum dirancang untuk melahirkan lulusan yang siap pakai di industri sport event organizer.
“Tanggung jawab kami di ruang akademik adalah merencanakan perkuliahan melalui Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang presisi. Kami memfasilitasi diskusi kritis di kelas, namun evaluasi hakiki dari UTS, UAS, dan tugas itu diukur dari keberhasilan mereka mengeksplorasi tantangan nyata di lapangan secara tertib, benar, dan sesuai regulasi organisasi,” ujar Mokhammad Nur Bawono.
Ketua Pelaksana Event, Sheno Wahyu Adji Romadhoni, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah menyelaraskan teori administrasi dengan dinamika lapangan.
“Di IKOR UNESA, kami dididik untuk berpikir taktis. Menyiapkan event dari nol—mulai mencari sponsor hingga peluit akhir ditiup—mengajarkan kami bahwa tertib organisasi adalah kunci utama suksesnya sebuah industri sportainment,” kata Sheno.
Akurasi tata kelola anggaran juga menjadi sorotan utama dalam implementasi mata kuliah ini. Rachania Endar Farawansyah, yang mengemban tugas sebagai Bendahara, menyatakan pentingnya transparansi finansial.
“Disiplin ilmu yang kami dapat di kelas diuji langsung di sini. Mengelola arus kas dari sponsor dan pendaftaran tim peserta menuntut akuntabilitas tinggi. Ini adalah bekal berharga untuk portofolio kami di dunia kerja,” tutur Rachania.
Kompetisi ketat yang diikuti oleh empat tim tangguh ini akhirnya menelurkan para juara. Klub Siwalankerto Old Star keluar sebagai Juara I setelah tampil dominan. Posisi Juara II direbut oleh Loedruk FC Surabaya, disusul oleh FC Suroboyo di peringkat ketiga. Sementara itu, gelar individu bergengsi Top Scorer berhasil disabet oleh Dwi dari Loedruk FC Surabaya yang mengoleksi total 4 gol sepanjang turnamen.
Melalui turnamen ini, FIKK UNESA menegaskan khitah akademiknya: bahwa ilmu olahraga bukan sekadar menghafal strategi di atas kertas, melainkan seni mengelola kepemimpinan, administrasi dan organisasi dan pertandingan(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi