Kamis, 4 Juni 2026, pukul : 19:00 WIB
Surabaya
--°C

Prabowo Bersih-bersih BGN: Loyalis Diborgol, Awal Pemberantasan Korupsi?

Diborgol dan ditahannya pendukung setia Presiden Prabowo, Lodewijk Pusung kabar gembira bagi pegiat anti korupsi. Prabowo tak pandang bulu. Tapi, bikin ketar-ketir koruptor yang masih banyak bergentayangan di republik ini.

Oleh: Tarmidzi Yusuf Kolumnis

KEMPALAN: Kecurigaan publik akhirnya terungkap. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana yang terkenal dengan pernyataan kontroversialnya tentang BGN potong 19.000 sapi tiap hari, akhirnya, kita menyaksikan diborgol dan menggunakan rompi merah muda, rompi koruptor.

Bukan hanya Dadan Hindayana. Dua Wakil Kepala BGN, Lodewijk Pusung dan Sony Sonjaya. Purnawirawan jenderal tentara dan polisi ini berakhir tragis. Bukan hanya dicopot dari jabatan. Berakhir di “hotel” prodeo Kejaksaan Agung.

Penulis sendiri kenal dengan Lodewijk Pusung. Pak Pusung biasa kami sapa. Mendapat kenaikan pangkat kehormatan dari Jenderal bintang dua Angkatan Darat (Mayjen) jadi Jenderal bintang tiga (Letjen).

Pemberian bintang kehormatan tersebut menunjukkan kedekatan Jenderal Pusung dan Presiden Prabowo Subianto.

Luar biasanya Pak Pusung di mata Prabowo Subianto. Penganugerahan bintang kehormatan Letnan Jenderal Pusung diberikan langsung oleh Presiden Prabowo  pada upacara resmi yang dilaksanakan pada 2 Oktober 2025 di geladak KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 di perairan Teluk Jakarta.

BACA JUGA  Kembali ke Pancasila dan Konstitusi: UUD 1945 Asli

Lodewijk Pusung dikenal loyalis Prabowo Subianto. Pilpres 2019, penulis bersama Pak Pusung sering bersama. Sama-sama berjuang di Jawa Barat untuk Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Pak Pusung orang Gerindra. Penulis, Ketua Umum JAMIL PAS (Jawa Barat Memilih Prabowo-Sandi).

Terus terang penulis sedih, prihatin dan terkejut karena tidak menyangka melihat pemberitaan di media. Jenderal yang kami kenal bersahaja itu, kemarin 3 Juni 2026 diborgol dan berompi merah muda keluar dari gedung bundar Kejaksaan Agung.

Pak Pusung mungkin lupa atau mungkin sudah berada di zona “menikmati”. Prabowo sudah “pasang” mata dan telinga di BGN.

Nanik S. Deyang per September 2025 diangkat jadi Wakil Kepala BGN. “Mata” dan “telinga” Prabowo di BGN mengantarkan Nanik S. Deyang naik jabatan dari wakil kepala menjadi orang nomor satu di BGN menggantikan Dadan Hindayana.

BACA JUGA  Setelah Copot Kepala BGN, Copot Kepala Polri, Dong…!

Diborgol dan ditahannya pendukung setia Presiden Prabowo, Lodewijk Pusung kabar gembira bagi pegiat anti korupsi. Prabowo tak pandang bulu. Tapi, bikin ketar-ketir koruptor yang masih banyak bergentayangan di republik ini.

Kita berharap bersih-bersih di BGN awal dari bersih-bersih Indonesia dari korupsi. Masih banyak institusi negara dan BUMN – termasuk pejabatnya yang ditengarai korupsi. Korupsi Indonesia akut dan membudaya.

Hal ini bisa dilihat dari Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia berada di skor 34 (pada skala 0 hingga 100). Skor 0 berarti sangat korup, sedangkan skor 100 berarti sangat bersih. Tingkat global, Indonesia menempati peringkat ke-109 dari 180 negara.

Semoga saja BGN bukan akhir pemberantasan korupsi tak pandang bulu. Lodewijk Pusung trigger. Siapa saja bisa diborgol dan dijebloskan ke “hotel” prodeo.

*) Tarmidzi Yusuf, Kolumnis

Pendapat dalam artikel ini adalah pandangan pribadi.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.