Kunci Real Madrid Menangi Trofi Liga Champions ke-15

waktu baca 2 menit
Selebrasi pemain Real Madrid setelah memenangi Liga Champions 2023--2024. (Foto: CNN)

LONDON-KEMPALAN: Real Madrid dapat menuntaskan final Liga Champions musim ini dengan manis. Di Wembley Stadium, London, Minggu dini hari WIB (2/6), Real menang atas Borussia Dortmund dua gol tanpa balas.

Kedua gol kemenangan klub berjuluk Los Merengues tersebut masing-masing dari hasil kreasi Dani Carvajal (menit ke-74) yang mampu digandakan Vinicius Jr pada menit yang ke-83.

Kemenangan itu pun memberikan Real koleksi Si Kuping Lebar (sebutan trofi juara Liga Champions) yang ke-15 sepanjang sejarahnya. Trofi Liga Champions keenam untuk Real dalam sedekade terakhir.

BACA JUGA: Jelang Final Liga Champions, Ancelotti Malah Takut

Gelar yang menegaskan label entrenador Real Carlo Ancelotti sebagai pelatih terbanyak koleksi trofi juara Liga Champions. Termasuk gelar musim ini, Ancelotti sudah merebut empat trofi juara Liga Champions.

Meskipun sudah berkali-kali memenangi Liga Champions, bukan berarti Ancelotti tanpa kendala dalam menuntaskannya. Bahkan, dia sempat merasa kesulitan saat memikirkan taktik untuk anak asuhnya.

Terutama ketika babak pertama. Saat itu, Real sulit menembus rapatnya pertahanan tim asuhan Edin Terzic tersebut. Dilansir dari laman Marca, Ancelotti bahkan menilai skuad asuhannya bermain malas-malasan.

’’Laga ini sangat sulit, lebih dari yang kami harapkan. Kami sangat menderita saat babak pertama, dan di babak kedua kami bermain lebih baik,’’ ungkap Carletto, sapaan akrab Ancelotti.

’’Kami lebih banyak keseimbangan, lebih sedikit mendapatkan kekalahan bola. Itu harus jadi sebuah mimpi yang terus berlanjut,’’ sambung pelatih yang berkebangsaan Italia itu.

Faktanya, sepanjang 45 menit pertama, justru Dortmund-lah yang mengambil kendali di dalam lini serangan. Klub berjuluk Die Borussen tersebut mampu melakukan delapan kali tembakan ke gawang Real. Sementara itu, Nacho dkk hanya mampu membalasnya dengan dua tembakan.

Untungnya, permainan Real membaik pada babak kedua. ’’Aku sedikit menekan mereka di babak kedua,’’ kenang Ancelotti. Mereka membalikkan kondisi dengan mencatatkan sebelas kali tembakan yang hanya dibalas lima tembakan oleh tim Jerman tersebut. Dari sebelas kali percobaan menciptakan gol tersebut, dua kali di antaranya yang bisa diakhiri dengan gol. (YMP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *