Gagal Menang dalam Setahun Pertamanya di United, Begini Kata Amorim

waktu baca 2 menit
Pelatih Manchester United Ruben Amorim setelah klubnya gagal memenangi laga dalam momen setahunnya di United. (Foto: Sky Sports)

MANCHESTER-KEMPALAN: Pelatih Manchester United Ruben Amorim setahun melatih klub berjuluk The Red Devils tersebut, Selasa dini hari WIB (25/11). Tim tersebut menjamu Everton dalam lanjutan Liga Primer Inggris.

Sayangnya, Amorim gagal memberikan pesta kemenangan pada anniversary-nya tersebut. United malah menelan kekalahan 0-1 dari klub berjuluk The Toffees itu. Padahal, Everton sudah bermain sejak menit ke-13.

Itu setelah gelandang Idrissa Gueye menerima kartu merah langsung wasit. Yang unik, wasit mengusirnya setelah Gueye menampar Michael Keane yang notebene rekan seklubnya.

Meskipun melawan 10 pemain, United tetap gagal menjebol gawang Everton. Di menit ke-29, Everton malah yang menciptakan satu-satunya gol kemenangan via Kiernan Dwesbury-Hall.

Kekalahan itu menjadikan Amorim sebagai pelatih dengan persentase menang di laga setahunnya bersama United paling rendah. Hanya 38,18 persentase menang yang mampu dicatatkan Amorim selama setahun.

BACA JUGA: Taktiknya Sudah Gagal, Tapi Amorim Ogah Berbenah Malah Minta Ini ke Petinggi United

Dari 55 pertandingan, hanya 21 laga yang mampu dimenangi pelatih Portugal itu di semua ajang. Persentase menang terendah pelatih-pelatih United pasca era Sir Alex Ferguson.

Berbicara kepada MUTV, Amorim menakutkan sesuatu akan terjadi setelah gagal memenangi laga anniversary-nya itu. ’’Aku takut tim ini kembali seperti di musim lalu (sebelum kedatangan Amorim),’’ katanya.

’’Kita perlu bekerja sama dan kita perlu menjadi lebih baik lagi,’’ tambah mantan pelatih Sporting CP tersebut. Gara-gara kekalahan tersebut, tekanan kepada sang pelatih agar meninggalkan jabatannya sebagai pelatih United pun semakin besar.

Dilansir dari laman Goal, bek tengah Matthijs De Ligt mengungkap bahwa United gagal menerapkan taktik serangan mengandalkan bola-bola atas. ’’Mereka punya kelebihan dari duel-duel udara, sementara kami tidak punya pemain yang punya kelebihan di situ,’’ sebut De Ligt.

’’Kami pada dasarnya bermain dengan zona yang jadi kekuatan mereka. Itu yang jadi aspek utamanya (di balik kekalahan tersebut). Meski begitu, kami tetap akan melihat ke diri kami sendiri, kami yang bermain buruk,’’ sambung pemain timnas Belanda tersebut.

Dengan kekalahan tersebut United gagal menembus posisi lima besar. Sebaliknya United terlempar ke peringkat kesepuluh pada klasemen sementara Liga Primer Inggris. (YMP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *