KEMPALAN : Adalah Kris Mariyono pensiunan jurnalis RRI Stasiun Surabaya. Sosok ini dikenal sebagai penggiat literasi, di mana hampir setiap dua bulan sekali menerbitkan buku yang diproduksi komunitas yang dihimpunnya, baik yang berlatarbelakang guru, dosen, seniman, jurnalis, dan berbagai profesi lainnya, maupun alumni sekolah dan perguruan tinggi.
Rabu 15 April kemarin, kembali sosok ini menggelar peluncuran buku berupa kumpulan puisi dan artikel yang diberi tajuk : “KAWAH PENA HEBAT – Memori Kampus Kapasari” — di Hotel Quds Royal, Ampel, Surabaya.
Buku berhalaman 248 ini merupakan karya alumni lintas angkatan Akademi Wartawan Surabaya yang dulu berkampus di Jalan Kapasari 3-5 Surabaya.
Kris Mariyono salah satu alumni akademi ini, persisnya Angkatan 1984.
Yang menarik, para alumni banyak yang berusia di atas 60 tahun, dan masih terlihat sehat dan energik.
Selain puisi dan artikel yang intinya mengenang saat-saat kuliah di kampus yang dulu bersebelahan dengan bioskop dan radio siaran swasta niaga “Istana”, juga karya-karya literasi yang terkonteks dengan situasi geo-politik, sosial, ekonomi, di Tanah Air.
Selain banyak yang berkiprah di dunia jurnalistik, kehumasan, dan menekuni dunia kepenulisan, pun banyak yang berkiprah di dunia pendidikan, seperti Dr. Maryono Basuki dosen pasca sarjana di Universitas Bina Nusantara, atau Trisetyowati Dyah yang menjadi guru (terakhir purna tugas Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Klari, Kabupaten Krawang, Jawa Barat).
Dari buku bunga rampai puisi dan catatan kenangan tersebut, terlacak bahwa para penulisnya banyak yang (pernah) menjadi tokoh pers, di antaranya Imawan Mashuri, yang (ikut) membangun kerajaan televisi swasta di bawah bendera Jawa Pos Group dengan 37 stasiun televisi di Indonesia — terakhir sebagai Presiden Komisaris di corporate grup televisi swasta tersebut.
Zainal Arifin Emka mantan Wapemred. Surabaya Post, Dr. Dhimam Abror mantan Pemred. Jawa Pos (sekarang Ketua Dewan Pakar PWI Pusat), Satria Narada owner Bali Pos Group, Maria Andriana pernah 4 tahun sebagai koresponden LKBN Antara di Jepang, Sapto Anggoro Asa mantan anggota Dewan Pers.
Riamah M Douliat eksekutif usaha di Majalah Aula, Buyung Asmono broadcaster yang mengawali sebagai penyiar Radio Cakra Awigra kemudian berkarier di TVRI lebih dari 25 tahun, Doni Unggul Redpel. Majalah Panjebar Semangat, dan masih banyak lagi, termasuk Sasetya Wilutama yang pernah berkarier di SCTV selama 21 tahun disamping dikenal sebagai sastrawan produktif.
Acara ini juga dihadiri oleh Ibu Siti Sutarsih Andarini dosen AWS (1975-1991) yang pensiunan pengajar
di FISIP Unair.
Selepas peluncuran “KAWAH PENA HEBAT – Memori Kampus Kapasari” Kris Mariyono membentuk KOMPAAKS (Komunitas Penulis Alumni AWS Kapasari Surabaya), menyusul Warumas (Wartawan Usia Emas), KGPS (Komunitas Guru Penulis Sidoarjo), KAS (Komunitas Angkasawan Sahaja), dan sejumlah komunitas literasi lain yang telah digalangnya.
Tariikkk, Kris ! (AM).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi