Kamis, 9 Juli 2026, pukul : 19:30 WIB
Surabaya
--°C

Iran Klaim Armada AS Dipukul Mundur di Selat Hormuz, Trump Langsung Rem Mendadak

Sampai saat ini, pemerintah AS belum memberikan tanggapan secara rinci terhadap tuduhan Marandi. Tapi, di kawasan Timur Tengah, Selat Hormuz tetap menjadi titik paling sensitif.

Oleh: Massayik IR

KEMPALAN: Klaim yang terbaru dari kubu Iran kembali menambah panas ketegangan di kawasan Teluk Persia.

Mohammad Marandi, penasihat politik Ketua Parlemen Iran, menyebut penghentian mendadak serangan AS yang diberi nama “Project Freedom” oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump bukan dipicu jalur diplomasi di Islamabad, melainkan akibat operasi militer yang berujung kacau di Selat Hormuz.

Menurut Marandi, pada malam 5 hingga 6 Mei, armada militer AS mencoba membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz melalui operasi laut besar-besaran.

Kapal perang bergerak dari arah Laut Arab dengan perlindungan udara masif, layaknya iring-iringan konvoi yang yakin jalan tol bakal kosong.

Masalahnya, yang menunggu di ujung jalan bukan gerbang tol yang bisa buka pintu otomatis, melainkan pasukan gabungan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC Navy) dan militer reguler Iran.

BACA JUGA  Gelar Tikar Kita, Tampaknya Polisi vs Jaksa Ribut Nich….

Bentrok itu berlangsung sejak tengah malam hingga menjelang fajar. Marandi mengklaim empat kapal Amerika mengalami kerusakan serius, sementara dua lainnya mundur dan berlindung di sekitar Pulau Abu Musa.

Jika informasi itu benar demikian, insiden ini menjadi salah satu konfrontasi paling terbuka antara Washington dengan Teheran dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah situasi itu, Trump langsung memerintahkan penghentian Project Freedom sekitar pukul lima pagi. Marandi menyebut keputusan tersebut diambil setelah apa yang ia gambarkan sebagai “kekalahan militer berat”.

Narasi tersebut bertolak belakang dengan versi resmi yang sebelumnya mengaitkan penghentian proyek karena perkembangan diplomatik di Islamabad, Pakistan.

Pertanyaan yang kemudian muncul: jika memang jalur diplomasi sedang berjalan mulus, mengapa penghentian operasi dilakukan begitu cepat menjelang pagi?

BACA JUGA  Filosofi Konstitusi: Pasal 33 UUD 1945 – Indeks Kontribusi Hilirisasi – Kesehatan Fiskal Hilirisasi Minerba Dalam

Mengapa pula laporan tentang pertempuran laut ini nyaris tak muncul dalam pernyataan resmi Washington?

Dan bila operasi itu sukses, untuk apa kapal perang mencari perlindungan di balik pulau?

Iran menilai pembicaraan diplomatik hanya dijadikan tirai panggung untuk menutupi operasi yang gagal.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, seperti pedagang yang buru-buru menutup kios sambil bilang “stok habis”, padahal pembeli sudah melihat dagangannya jatuh berantakan di belakang meja.

Sampai saat ini, pemerintah AS belum memberikan tanggapan secara rinci terhadap tuduhan Marandi. Tapi, di kawasan Timur Tengah, Selat Hormuz tetap menjadi titik paling sensitif.

Sekitar seperlima distribusi minyak dunia melewati jalur sempit itu. Sedikit percikan saja di sana bisa membuat pasar global bereaksi.

*) Massayik IR, Pemerhati Politik Internasional

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.