Indonesia belajarlah dari Iran, hanya Allah-lah penolongnya dengan membekali diri dengan Ulul Al-Bab, kecerdasan, keimanan dan tawakal totalnya kepada Allah SWT.
Oleh: Sutoyo Abadi
KEMPALAN: Iran paham visi Dajjal dan cara memeranginya. “Dajjal” itu adalah makhluk ‘bermata satu’, yang selama ini bersembunyi di belakang layar.
Melalui “bala tentaranya” (Zionis dan Amerika Serikat), mereka menginginkan seluruh dunia dalam satu kontrol kekuasaan. Dajjal bukan cuma anti Islam. Tapi juga “anti-christ“, yang akan meludah ke setiap Nasrani yang ia jumpai.
Dajjal adalah kekuatan ‘sakti’, sistem para bankir dan politisi penyembah setan yang terstruktur dan rapi. Sebuah elit sistem yang bersanad kepada figur-figur dalam Rothschild dinasty, yang selama ini tersembunyi. Tapi belakangan mulai muncul ke permukaan.
Mereka punya visi “mata satu”, yang simbolnya itu ada dimana-mana. Termasuk di uang dollar. Di situ mereka tulis, “in god we trust“. God-nya itu bukan hanya Yahweh. Tapi juga setan. Kerakusan “Mata satu” adalah visi untuk membetuk, “Satu aturan dunia baru one world order“.
Mereka merekrut dan menjebak orang-orang untuk menyembah Baal. Yang tanduknya itu ada di puncak hotel tertinggi di samping Kakbah. Itu bukan bulan bintang. Itu tanduk Baal, yang diantara keduanya ada “Mata Sauron“.
Persis seperti yang digambarkan dalam film Lord of The Ring. Film-film Hollywood sering menggambarkan kenyataan-kenyataan yang seringkali gagal kita pahami.
Kenyataannya, seluruh lingkungan Masjidil Haram dipenuhi bisnis mereka. Semua hotel punya mereka. Semua hotel yang memenuhi Tanah Suci, induknya ada di Barat. Punya para Yahudi kaya.
Jadi, wajar mereka membawa sesembahan mereka ke sana untuk menyaingi Kakbah. Dajjal memang tidak bisa masuk secara resmi kesana. Karena di KTP bukan Islam dia. Tapi bisnis beserta simbol-simbolnya mengepung Ka’bah.
Ngapain Dajjal ke Mekkah dan Madinah. Yang penting uang para berziarah masuk ke kantong mereka. Begitu juga uang dari industri-industri minyak di sana, ikut mengalir ke rekening mereka. Sebab, mereka para kontraktornya.
Jadi, Iran itu sedang berhadapan dengan “bala tentara” Dajjal (zionis, Amerika, dan sekutunya). Indonesia katanya juga sudah mendaftarkan diri untuk menjadi pengikut Dajjal. Dan konon kabarnya, lembaga ulama ikut merestuinya.
Kan sudah diberitahu Nabi sejak dulu, tidak ada yang selamat dari tipu daya atau skenario Dajjal, kecuali orang yang punya kedaulatan, iman yang kuat, berani dan cerdas.
Sekarang ini, dunia memang tidak lagi punya harapan, selain kepada Iran. Iran pun, sepertinya tidak lagi berharap kepada dunia. Apalagi pada saudara-saudara Arab dan negara Islam lainnya.
Mereka hanya berharap pada Tuhan dan rudal-rudalnya. Kalau syahid, memang itu yang dicari. Jika menang, itu murni anugerah Tuhan.
Indonesia belajarlah dari Iran, hanya Allah-lah penolongnya dengan membekali diri dengan Ulul Al-Bab, kecerdasan, keimanan dan tawakal totalnya kepada Allah SWT.
Indonesia jangan malah menjadi sekutu dan pengikut Dajjal Amerika dan Zionis Israel. “Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad”. (Selesai)
*) Sutoyo Abadi, Koordinator Kajian Politik Merah Putih

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi