Baru Jadi Klub Kaya, Klub Ini Terancam Sanksi FFP

waktu baca 2 menit
Financial Fair Play. (Foto: X)

NEWCASTLE UPON TYNE-KEMPALAN: Kekhawatiran itu benar-benar menuju kenyataan. Saat diakuisisi keluarga Kerajaan Arab Saudi lewat Public Investment Fund (PIF) senilai 305 juta Pounds (Rp 6,04 triliun) 2021 lalu, banyak yang mengkhawatirkan Newcastle United bakal tersandung kasus finansial.

Ancaman Financial Fair Play (FFP) bukan lagi isapan jempol belaka. Bayang-bayang ancaman FFP itu muncul ketika dalam laporan keuangan musim 2022—2023 yang notebene musim pertama PIF menguasai NUFC, klub itu merugi 73,4 juta Pounds (Rp 1,45 triliun).

Apabila diakumulasikan dalam tiga musim laporan keuangan terakhirnya, NUFC sudah menelan kerugian mencapai 155 juta Pounds (Rp 3,07 triliun). Nominalnya sudah di atas batasan FFP yang sudah ditentukan, yaitu 105 juta Pounds (Rp 2,08 triliun).

Surat kabar The Sun dalam salah satu artikelnya menyebut demi menyelamatkan NUFC dari ancaman sanksi pelanggaran FFP, klub tersebut harus melepas pemainnya di dalam bursa transfer musim panas nanti.

BACA JUGA: Jalani Laga Penentu di Paris, Ini Kata Pelatih Newcastle United

Di antaranya Bruno Guimaraes, Alexander Isak, Anthony Gordon, dan Sven Botman yang memiliki nilai pasaran tinggi. Nilai pasar Bruno bahkan mencapai 85 juta Euro (Rp 1,44 triliun). Sementara Isak 70 juta Euro (Rp 1,19 triliun).

Melepas mereka dapat menyeimbangkan neraca keuangan The Magpies, julukan NUFC. CEO NUFC Darren Eales bahkan tidak menampik kemungkinan klubnya melepas pemain-pemain topnya.

’’Siapapun bisa dijual, kapan pun. Tergantung dengan keadaan neraca keuangan kami,’’ sebut Eales dalam pernyataannya. Menurutnya, nasib klub dalam jangka panjang jadi prioritas utamanya.

Ini bukan hanya mempertimbangkan dari sisi olahraga. ’’Keputusan apapun akan kami ambil dengan didasarkan kepada kepentingan klub. Kami harus berkorban apabila kami ingin selamat,’’ sambungnya.

Bukan hanya harus melepas pemain terbaiknya dalam musim panas nanti, NUFC pun diminta untuk menahan diri mendatangkan pemain di dalam bursa transfer musim dingin kali ini.

Padahal, skuad asuhan Eddie Howe ini masih membutuhkan tambahan pemain-pemain lagi. Terutama penjaga gawang setelah ditinggal Nick Pope yang cedera panjang musim ini.

Begitu juga dengan ambisi Howe memboyong Dominic Solanke dari mantan klub asuhannya AFC Bournemouth. Solanke jadi opsi setelah kehilangan Joelinton. Dikutip di laman Sky Sports, Howe tidak peduli dengan ancaman FFP.

’’Aku yakin kami bisa mengatasi persoalan (FFP) tersebut,’’ klaim Howe saat sesi konferensi pers tadi malam WIB. Selain NUFC, klub-klub Premier League lainnya seperti Manchester City dan Chelsea juga pernah tersandung kasus FFP. (YMP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *