Liam Then
Proses membeli durian dari pedagang musiman di pinggir jalan, kemudian di bawah pulang kerumah. Bagai rollercoster emosi, dari memilih,menawar, bawa pulang di belah, dapat yang dagingnya hambar ,basi, tebal ,enak, kuning, rebutan, sampai yang bikin pisau melengkung, karena terselip yang mentah. Paling parah pernah mengalami, adik sumringah pulang tenteng 10 biji, pas di buka, dari mentah ,basi ,tawar, tipis,berulat, busuk. Ada di 9 buah. Satu saja yang bagus. Ini bukan lagi rollercoster emosi. Tetapi bom yang bikin emosi, sudahlah mahal, tak ada yang bisa di makan, lembaran uang jadi sampah mahal. Tapi ada juga kenangan yang berkesan ,yang saya ingat sampai saat ini. Waktu sekitar umur 9, seorang penjaja durian mampir, bapak pilih-pilih di keranjang bambu yang di sampir di kanan kiri motor. Begini ucapan penjualnya : ” Toke tak perlu cari di bawah, saya lain orangnya. Kalo jualan yang bagus saya taruh diatas semua, biar jelek-jelek biar belakangan”
yanto st
Bercerita tentang durian gak ad habisnya. Kebun durian orang tua kami 12 batang usianya sudah 38 tahun durian jenisnya durian bajul .bagi pecinta durian Meraka tidak akan pernah ragu2 mengeluarkan uang walau sekali makan habis 500k besok juga akan beli lagi. Yang unik bagi saya pembeli durian tempat kami rela menunggu durian jatuh walau menunggu dari habis Isa sampai pulang subuh walau kadang cuma jatuh 5 buah. Kalau saya tanya sama yang menunggu sampai pagi menurut mereka menunggu durian jatuh dan mengambil dari bawah pohon adalah Senin tersendiri. Selama ini pembeli durian di tempat kita gak pernah komplain karena jika durian itu busuk kita ganti,
*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi