KEMPALAN: Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid mengungkapkan membangun sebuah partai politik di Indonesia merupakan pekerjaan berat. Hal tersebut berkaitan dengan ketatnya syarat administratif agar sebuah parpol dapat lolos menjadi peserta pemilihan umum (pemilu).
“Membangun Partai Politik itu pekerjaan yang sangat berat. Untuk bisa masuk di lembaga legislatif, harus melalui partai politik untuk bisa mengikuti sebagai bagian dari peserta pemilu. Nah, untuk bisa menjadi peserta pemilu, harus melalui partai politik,” ujar Sahrin di DC Cafe Reborn Bakmi Jawa, Sleman, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan, rumitnya proses geografis dan administratif di Indonesia menjadi tantangan nyata bagi para kader di lapangan. Sebuah parpol wajib memenuhi persentase minimal kepengurusan di tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan di seluruh wilayah Tanah Air.
“Sementara di Indonesia membangun partai politik, orang mengatakan bahwa ini adalah pekerjaan yang paling berat. Karena harus mengisi 75 persen struktur di tingkat kota/kabupaten, mengisi struktur di tingkat kecamatan sebanyak 50 persen,” ungkapnya.
“Jadi karena kecamatan di Indonesia ada 7.000, kita harus bisa isi 3.000 kecamatan. Bila di Indonesia ada 514 kota/kabupaten, maka kita harus isi 400 kota/kabupaten paling kurang,” tambah Sahrin menjelaskan.
Menurut Sahrin, kesadaran untuk terlibat langsung dalam sistem politik nasional menjadi alasan utama di balik keputusan bersama untuk mendirikan dan mendeklarasikan Partai Gerakan Rakyat pada awal tahun 2026.
“Tentu ini menjadi sesuatu yang tidak ringan. Tapi Alhamdulillah, sedikit demi sedikit, step by step, setelah ada kesadaran bahwa kita mesti masuk dalam sistem, kita mesti ikut serta dalam sistem politik nasional, kita harus melahirkan partai politik yang kita deklarasikan pendiriannya pada 18 Januari tahun 2026,” jelasnya.
Terkait melengkapi persyaratan verifikasi partai politik, Sahrin mengapresiasi militansi dan kerja keras seluruh kader Gerakan Rakyat yang tersebar dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia.
“Kesadaran itu muncul, keputusan itu diambil secara bersama melalui rapat kerja nasional di Jakarta. Semua bekerja keras. Dari Aceh, dari Sabang sampai Merauke di Papua Selatan di sana, dari Pulau Rote di NTT sampai Miangas di Sulawesi Utara, semua bekerja keras membangun partai ini,” pungkas Sahrin.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi