Protein sel itu ia ambil dari ”wilayah” sel. Di mana ada sel di situ ada protein sel. Maka kalau ia mengambil sejumlah sel, akan terambil pula protein selnya.
Hanya protein selnya saja yang ia ambil. Selnya sendiri ia sisihkan. Tentu hanya orang cerdas seperti Yuda yang bisa mengambil protein tanpa selnya terikut.
Setelah protein sel itu ia dapatkan, pekerjaan selanjutnya adalah memperbanyaknya. Lewat cara kultur. Dengan kultur itu ia pun bisa mendapatkan protein sel dalam jumlah sebanyak yang ia kehendaki.
BACA JUGA: Tunggu Ahli
Apakah sekarang ini ia punya banyak stok protein sel di rumahnya?
Punya. Banyak sekali. Bentuknya benda cair berwarna merah jingga. Saya pun minta untuk bisa melihat stoknya itu. Saya diajak ke kamarnya. Ada kulkas besar di pojok kamar itu. Dibuka. Wow! Saya terperangah. Ada lebih 10 botol ukuran @2 liter di kulkas itu. Isinya protein sel manusia. Saya mengatakan dalam hati: Yuda ternyata menyimpan sumber kehidupan tubuh manusia. Dalam jumlah besar.
Orang-orang sakit yang datang ke rumahnya itu hanya punya satu tujuan: minta disuntik protein sel. Satu orang hanya disuntik 3 mililiter. Bayangkan yang di kulkas itu: bisa untuk berapa ribu orang.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi