Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 01:11 WIB
Surabaya
--°C

Protein Yuda

Pagi itu, setelah senam Disway dan kuliah umum di Universitas Tidar yang kini maju pesat, saya baru tahu ada logika sehat seperti itu.

Saya pun melihat tabung-tabung kecil ditaruh di sebuah mangkuk di meja tamu. Isinya cairan warna merah jingga. Rupanya dari botol besar di kulkas itu dipindah ke tabung-tabung kecil. Satu tabung untuk satu suntikan. Di satu pantat.

Saya pun minta disuntik. Sekadar ingin tahu rasanya. Saya langsung memelorotkan celana di ruang tamu itu. Toh tidak ada Dewi Kwan Im di situ.

Bles. Selesai.

Saya pun pamit.

BACA JUGA: Arek Kesel

Saya sempat bertanya lagi: mengapa cairan yang akan disuntikkan itu ditaruh di meja tamu begitu saja. “Ini supaya hilang dinginnya. Ikut suhu ruangan,” katanya. Oh, iya. Cairan itu akan dimasukkan ke tubuh. Suhu tubuh sendiri sekitar 36 derajat celsius.

BACA JUGA  Gebrakan Internasional, Labschool UNESA Gandeng NTCUST Taiwan Guna Cetak Generasi Berdaya Saing Global

“Praktik Anda ini pasti kontroversial. Mengapa tidak mengalah saja dengan kuliah lagi di fakultas kedokteran?” tanya saya.

“Anak kedua saya sedang menyelesaikan kuliah di kedokteran UGM,” ujar ujar Yudha yang kini berumur 53 tahun. “Biar anak saya saja nanti,” tambahnya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.