“Kalau sel memang harus dari sel tubuh pasien sendiri. Tapi kalau protein sel bisa dari protein selnya siapa saja,” katanya.
Yuda tahu bahwa saya sering menjalani stemcell di dr Purwati. Dulu. Juga di klinik dr Yanti. Atau menjalani PRP di dr Karina yang keriting total itu. “Saya yang menguji ketika dr Purwati ujian doktor,” ujar Yuda.
BACA JUGA: Juara Kopi
Ngobrol dengan drh Yuda saya seperti ngobrol dengan drh Indro. Orangnya agak gemuk, pakaiannya kucel-semrawut dan orangnya cuek. “Saya harus melakukan pengabdian ini. Saya pernah mau mati. Kepala saya sampai harus dibuka,” katanya.
Itu terjadi di Seoul saat akan meraih gelar doktor di sana. Ia kena penyakit kanker otak. Sembuh.
Saya pun lama berpikir: harus diapakan orang seperti Yuda ini. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi