Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 01:11 WIB
Surabaya
--°C

Protein Yuda

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 11 Desember 2022: Durian Tarmidji

hilman g
Tambah satu lagi yang rasanya semakin lama semakin nikmat dan harum, namanya MAROKO KING! Buka pertama serasa hangat lawan kroasia Buka ke dua serasa manis, tendang Belgia 2-0 Buka ke tiga serasa gula aren, sepak Kanada 2-1 Buka ke empat serasa madu hutan yang manis2 seram, kirim Spanyol pulang kampung Buka ke lima serasa madu hutan campur gula aren bikin Portugal dan Ronaldo nangis bombay Buka ke 6 dan 7, manisnya sudah nempel gak akan hilang selama hayat dikandung badan.. MAROKO KING

Jimmy Marta
Belah durian pertama ambil sebiji, enak. Lanjut durian kedua, colek lg sebiji. Enak tp enaknya beda. Begitu terus sampai durian ketiga, keempat. Setelah diakumulasi, yg dimakan pak bos, hanya empat biji yg setara satu ruang/pangsa buah durian… haha…. Durian rasanya memang nikmat dg aroma yg kuat. Itu yg membuat penggemarnya mencandu. Namun rasa dan aroma beradu kuat dg asa sehat. Candu sudah beradu berani dg hantu tensi…xixi..

Jimmy Marta
Durian tertawa. Durian jalak. Durian yg gk tahu malu. Disingkap sikit aja, bijinya langsung terlihat….wkwk

Liam Then
Saya senang, akhirnya Pak DI “sadar” makan durian dengan aneka cita rasa. Lebih nikmat. Masalahnya sebenarnya ke kualitas isi daging duriannya. Yang tidak seragam tebalnya. Kalo cita rasa. Tidak bakal kalah. Kalau soal tebal daging. Mau tak mau harus akui, tak bisa kalahkan durian Monthong asal Thailand. Yang isinya hampir daging semua , biji kopong. Tapi bayangkanlah, serunya buka durian Pontianak. Jika salah pilih, waktu di belah, kita bisa lihat bijinya tertawa. Saking tipis dagingnya. Hahaha. Untuk menghindari hal semacam ini, ada caranya. Durian di timang-timang, yang dagingnya lebih tebal ,beratnya pasti akan lebih ringan dari yang isinya hampir biji semua. Harap maklum kebanyakan durian Pontianak bersumber dari hutan-hutan durian, yang tumbuh alami di daerah hulu. Proses pemuliaan strain belum memasyarakat. Oleh sebab itulah nama Durian Punggur ( asal punggur, daerah perkebunan di pinggiran kota Pontianak) , menjadi lebih di gemari, karena sudah banyak yang hasil bibit pilihan. Makan durian di Pontianak, sebenarnya yang sedang saja ukurannya, biar tidak cepat kenyang, dan bisa cicip aneka macam cita rasa, yang berbeda-beda. Tetap ada minusnya juga makan durian yang kecil-kecil, pas ketemu yang enak, isinya otomatis hanya beberapa biji. Semoga semakin banyak pekebun dan petani durian yang eksis di Nusantara. Supaya macam jenis durian unik khas Indonesia, bisa muncul varian-varian yang mantab.

BACA JUGA  Lompati Batas Negara: Labschool UNESA Resmi "Kawinkan" Kurikilum dengan Taiwan Cetak 'Global Citizens'

D-D win
Di desa kami, di perbatasan antara Jatim dan Jateng yang dekat dengan pantai selatan, makan durian adalah sesuatu barang yang mahal karena beli durian itu tidak semurah dan bisa sebanyak saat beli rambutan. Apalagi sudah beli rasanya tidak sesuai keinginan. Mau beli lagi takut ga enak lagi dan mengurangi jatah dapur. Lebih baik uangnya buat beli beras. Saya makan durian sampai usia 30-an tidak pernah sampai puas (kenyang). Dulu bpk saya kalau beli itu kecil-kecil (bisa 3 buah) tapi satu buah isi nya paling cuma 4-5 pongge dan berdaging tipis-tipis. Akhirnya bapak punya keinginan nanem pohon durian, sering beli bibit durian (stek) tidak tahu jenis nya apa (kata pedagang bibitnya jenis enak), bahkan kalau habis makan durian bijinya itu Ndak boleh dibuang, di kumpulkan lalu di tanam di pekarangan (hutan). Siapa tahu nanti bisa tumbuh dan berbuah, gpp ga enak yg penting durian kata bapak. Karena nanam di hutan dan tidak tahu perawatan tanaman durian maka 5-10 tahun beberapa ada yg berbuah ada yang enak dan ada yg g enak. Bnyk buah yg sdh besar tp jatuh sebelum matang&banyak monyet yg merusak durian. Lalu bpk kena diabetes, jadi makannya hanya beberapa saja, tidak bisa makan sepuasnya. Hingga bpk meninggal ada banyak pohon durian yg ditanam beliau belum berbuah. Saat ini karena saya kerja di luar kota, tanaman duriannya semakin tidak terawat, semoga jangan sampai mati. Bulan ini duriannya ada yang mulai pentil (kata ibuk di rumah), berharap selalu berbu meski yg nanam telah tiada

BACA JUGA  Pesta Tanpa Mahkota di GBT: Saat Persebaya Menghibur Diri dengan Parade Lima Gol
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.